BKKBN Sebut Pendewasaan Usia Perkawinan Kunci Tekan Angka Kematian Ibu

Jumat, 07 Jun 2024, 00:17 WIB

Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa pendewasaan usia perkawinan di atas 20 tahun adalah kunci menekan angka kematian ibu.

"Idealnya kalau ingin menurunkan angka kematian ibu, maka usia pernikahan harus dinaikkan juga supaya jangan melahirkan di bawah usia 20 tahun. Ini yang menjadi perhatian kita," kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Wahidindalam diskusi tentang program perencanaan dan penganggaran terintegrasi kesehatan reproduksi di Jakarta, Kamis.

Ia menekankan pentingnya edukasi dari hulu untuk mengurangi angka kematian ibu dan mendewasakan usia perkawinan.

"Ada tiga jalur yang kita lakukan mulai dari kampus, sekolah, dan komunitas. Kita dorong agar mereka tidak melakukan pernikahan di bawah usia yang kita sarankan," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa BKKBN memiliki program yang menyasar remaja, yakni Generasi Berencana (Genre).

"Kepada remaja diajarkan di sekolah dan kampus, intinya jangan melakukan seks pranikah dan jangan melakukan pernikahan di usia muda," ujar dia.

Ia juga memaparkan, BKKBN memiliki program pendampingan kepada setiap pasangan yang akan menikah, bagaimana mendorong semua pasangan yang mau menikah untuk skrining kesehatan, dan dipantau melalui aplikasi elektronik siap nikah dan siap hamil (elsimil) untuk memastikan apakah seorang perempuan sudah siap hamil.

"Jadi kita mendorong dia jangan hamil dulu, inilah pentingnya kontrasepsi. Tidak mudah bagi pasangan yang mau menikah untuk menunda kehamilan pertama, karena di Indonesia, ketika menikah, tekanannya kan ditanya kapan hamil, kapan punya anak, dan ketika dia tidak sehat atau umurnya tidak sesuai dengan standar kesehatan, kita memberikan beberapa pilihan kontrasepsi," tuturnya.

Wahidin juga menekankan pentingnya KB pascapersalinan pada pasangan usia subur yang baru menikah.

"Karena memang banyak kasus, pasangan di usia subur masih enggan memilih kontrasepsi. Faktanya, banyak sekali sering kita temukan, karena tidak menggunakan kontrasepsi, pada akhirnya hamil, dan ketika hamil itu kehamilan tidak diinginkan," paparnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BKKBN sedang menggencarkan pemberian pil KB yang tidak mengganggu ASI untuk meningkatkan partisipasi KB pascapersalinan pada pasangan usia subur.

Program untuk menekan angka kematian ibu juga dirancang oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui program perencanaan dan penganggaran terintegrasi kesehatan reproduksi (PPT Kespro) yang berkolaborasi lintas lembaga.

"Pemerintah ingin mendorong langkah-langkah advokasi kepada pemerintah daerah untuk sama-sama membangun dan meningkatkan kesepahaman terhadap pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk menurunkan angka kematian ibu melalui pendekatan perencanaan dan penganggaran terintegrasi kesehatan reproduksi," ujar Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud.

Program PPT Kespro tersebut berkolaborasi dengan Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.