Utamakan Program Prioritas Bernilai Tambah Tinggi

Kamis, 06 Jun 2024, 08:12 WIB

JAKARTA - Pemerintah diminta melakukan penajaman terhadap berbagai program prioritas sebab program prioritas yang terlampau banyak dan hanya sedikit memberi nilai tambah bisa membebani keuangan negara.

Dosen Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan jika melihat program prioritas cukup banyak, perlu penajaman prioritas terutama berkaitan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Untuk menyukseskannya, program tersebut harus ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat dan efisien. "Karena itu perlu pemilihan program prioritas yang menghasilkan multiplier effect tinggi," ungkapnya kepada Koran Jakarta, Rabu (5/6).

Dirinya sepakat dengan sejumlah program prioritas, seperti hilirisasi, transformasi ekonomi hijau, dan penguatan sumber daya manusia (SDM) karena nantinya berdampak pada peningkatan daya saing industri nasional.

Bahkan menurut Suhartoko, hilirisasi semestinya sudah dilakukan sejak pemerintahan sebelumnya, tetapi karena terlena keunggulan sumber daya alam (SDA) dan primer, maka Indonesia mengalami kemunduran.

"Hilirisasi yang harus dilakukan saat ini harus mengandalkan kekuatan domestik, seperti bahan mentah, tingkat kualitas sumber daya, teknologi yang diterapkan," tuturnya.

Suhartoko menekankan persoalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini dan ke depan adalah tantangan peningkatan penerimaan negara terutama pajak. Di satu sisi, pemerintah harus meningkatkan penerimaan negara, tetapi ekonomi belum benar-benar pulih seperti sebelum Covid-19.

"Artinya, pemerintah sebenarnya dihadapkan pilihan sulit. Di saat menaikkan pajak, (kebijakan itu) akan menurunkan daya beli konsumen sehingga pada gilirannya dunia usaha juga terkena imbasnya," ucapnya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan program hilirisasi tetap menjadi bagian dari strategi kebijakan fiskal jangka menengah-panjang. Selain hilirisasi, prioritas lainnya mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM), transformasi ekonomi hijau, penguatan inklusivitas, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Sri Mulyani menambahkan, strategi jangka pendek kebijakan fiskal ditempuh dengan menjaga keberlanjutan program prioritas saat ini, termasuk penguatan berbagai program unggulan yang difokuskan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi, penguatan individu, serta konvergensi antardaerah.

Bendahara negara itu menilai guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif maka perlu ditopang APBN yang efisien, sehat, dan kredibel. Sejalan dengan hal tersebut, reformasi fiskal yang selama ini sudah berjalan harus dilanjutkan dan diperkuat efektivitasnya melalui collecting more, spending better, dan prudent and innovative financing.

Optimalisasi fiskal itu terefleksi pada pendapatan negara ditetapkan mencapai 12,14-12,36 persen dari PDB, belanja negara di kisaran 14,59-15,18 persen PDB, keseimbangan primer menuju positif, serta defisit dikendalikan di kisaran 2,45-2,82 persen terhadap PDB.

Iklim Investasi

Menkeu menyampaikan kebijakan optimalisasi pendapatan negara (collecting more) yang dimaksud sebelumnya dilakukan dengan senantiasa menjaga iklim investasi agar tetap kondusif serta keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Hal ini ditempuh dengan menjaga agar pelaksanaan Undang-Undang No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dapat berjalan efektif.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.