Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lonjakan Kasus Covid-19 di Singapura Perlu Diwaspadai

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Lonjakan Kasus Covid-19 di Singapura Perlu Diwaspadai Doc: antara

Lonjakan Covid-19 yang terjadi di Singapura dengan jumlah kasus mencapai 25.900 sepanjang awal hingga pertengahan Mei lalu perlu diwaspadai.

JAKARTA - Dosen Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Kurnia Dwi Artanti, mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 di Singapura perlu diwaspadai. Menurutnya, mobilitas penduduk dan aktivitas masyarakat yang tinggi dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19.

"Ketika mobilitas dan aktivitas masyarakat tinggi, maka interaksi dan kontak antarindividu pun meningkat. Sehingga peluang penyebaran droplet yang terkontaminasi virus Covid-19 pun semakin besar," ujar Kurnia, dalam keterangannya, Rabu (5/6).

Dia menjelaskan, sebagai negara yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura, tentu Indonesia perlu tetap waspada. Terlebih lagi, interaksi dan aktivitas masyarakat di kedua negara tersebut terbilang cukup tinggi dan dapat menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi penularan Covid-19.

"Mobilitas penduduk dan perjalanan antarnegara yang tinggi bisa membuka peluang penyebaran virus melalui droplet atau kontak fisik," jelasnya.

Sebagai informasi, lonjakan Covid-19 baru-baru ini kembali terjadi di Singapura dengan jumlah kasus Covid-19 mencapai 25.900 sepanjang awal hingga pertengahan Mei. Salah satu penyebab lonjakan kasus ini adalah munculnya varian baru dari Covid-19, seperti KP.1/KP.2 dan JN.1.

Penguatan Sistem

Kurnia menerangkan, varian-varian tersebut lebih mudah menular, namun tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi. Meski begitu, lonjakan kasus ini berdampak pada sistem kesehatan, dengan peningkatan rawat inap dan ICU.

"Pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem kesehatan untuk mencegah penularan. Meskipun kita telah melakukan penyesuaian sistem kesehatan dan respons publik untuk mengelola situasi lebih efektif daripada saat awal pandemi," katanya.

Dia menambahkan, perlu adanya peningkatan kewaspadaan oleh masyarakat. Menurutnya, menggunakan masker di tempat dengan risiko tinggi kembali penting terutama ketika berada di bangsal rumah sakit, fasilitas perawatan kesehatan, serta saat bepergian dengan transportasi umum.

"Meskipun penggunaan masker tidak lagi diwajibkan, hal ini dapat masuk dalam kategori pencegahan sekunder, yaitu self protection atau perlindungan diri sendiri," terangnya.

Kurnia menekankan juga pentingnya vaksin Covid-19, terutama untuk masyarakat yang belum menerima dan belum mendapat booster serta kelompok rentan. Menurutnya, vaksinasi tetap menjadi pertahanan utama dalam melawan Covid-19.

"Vaksinasi perlu digalakkan dengan mendorong masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk segera melengkapi vaksinasi mereka," tuturnya.

Lonjakan Covid-19 Singapura terjadi karena varian FLiRT dengan sub-varian KP.1 dan KP.2. Data yang ada menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga kasus Covid-19 di Singapura terdiri dari KP.1 dan KP.2.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.