IEA: Dunia Gagal Mencapai Target Energi Terbarukan pada Tahun 2030

Rabu, 05 Jun 2024, 00:00 WIB

PARIS - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), pada Selasa (4/6), mengatakan negara-negara gagal mencapai tujuan yang disepakati dalam perundingan iklim PBB untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada tahun 2030 sebagai bagian dari upaya mengekang pemanasan global.

Dikutip dari France 24, analisis IEA terhadap kebijakan, rencana dan perkiraan dari hampir 150 negara menemukan negara-negara tersebut dapat mencapai kapasitas energi terbarukan sebesar 8.000 gigawatt dalam enam tahun.

Ket. Foto: International Energy Agency (IEA) — Sumber: ISTIMEWA

Jumlah ini jauh di bawah 11.000 GW yang dijanjikan pada perundingan iklim COP28 di Dubai akhir tahun lalu untuk mencapai tujuan membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan tingkat pra-industri.

"Ambisi dan rencana implementasi negara-negara belum sejalan dengan tujuan utama yang ditetapkan pada COP28," kata IEA.

"Tetapi, pemerintah mempunyai alat untuk mengambil tindakan dalam beberapa bulan," kata Nationally Determined Contributions (NDC), badan yang berbasis di Paris, yang memberi nasihat kepada negara-negara maju.

NDC adalah target yang ditetapkan oleh setiap negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

"Target tiga kali lipat ini ambisius, namun dapat dicapai, meskipun hanya jika pemerintah dengan cepat mengubah janji menjadi rencana tindakan," kata Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol.

Sangat Penting

Penggunaan tenaga surya, angin, dan energi terbarukan lainnya secara besar-besaran sangat penting untuk mencapai kesepakatan besar lainnya yang dicapai pada Conference of the Parties 28 (COP-28) yaitu transisi dari bahan bakar fosil.

Sejak Perjanjian Paris mengenai perubahan iklim pada tahun 2015, dunia telah menambah rata-rata 11 persen instalasi listrik baru terbarukan per tahun karena harga listrik yang turun tajam.

"Hampir 510 GW kapasitas energi terbarukan ditambahkan pada tahun lalu saja, peningkatan sebesar 50 persen dari tahun 2022 yang merupakan tingkat pertumbuhan tercepat dalam dua dekade terakhir," kata IEA dalam laporan sebelumnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.