Produsen Oli Palsu Beromzet Rp5,2 Miliar Digerebek

Selasa, 04 Jun 2024, 04:00 WIB

TANGERANG - Rumah produksi oli palsu di Tangerang digerebek aparat Polda Banten. Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan, Senin (3/6), di Serang, mengatakan, dalam kegiatan tersebut selama tiga bulan para tersangka berhasil meraup omzet sebesar 5,2 miliar.

"Aparat mengamankan dua tersangka," ujar Wiwin. Mereka berinisial HB dan HW. Menurutnya, pengungkapan kasus pembuatan oli palsu berawal dari laporan masyarakat yang menduga adanya pembuatan oli ilegal itu.

Ket. Foto: Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto (tengah) didampingi staf memperlihatkan barang bukti saat ekspose pengungkapan produksi dan perdagangan oli palsu di Serang, Banten, Senin (3/5). Jajaran Disreskrimsus Polda Banten berhasil menyita ratusan botol oli merk terkenal yang dipalsukan dan menangkap 2 pelaku. — Sumber: ANTARA/Asep Fathulrahman

"Dari laporan tersebut langsung ditindak lanjuti oleh tim yang mendatangi kedua lokasi produksi oli palsu, di Ruko Bizstreet dan Picaso di Kabupaten Tangerang," katanya. Wiwin mengatakan dari dua lokasi tersebut tim kepolisian berhasil menemukan beberapa peralatan produksi oli dari berbagai merek. Hasil temuan oli tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh tim ahli.

Menurut Wiwin, sebelumnya tersangka HW sudah memproduksi oli palsu sejak 2023 dan sempat berhenti pada awal tahun 2024. Kemudian kembali berproduksi pada April 2024 setelah bertemu tersangka HB. Mereka bekerja sama hingga mendapatkan pemodal baru.

"Untuk modus yang dilakukan oleh para tersangka dengan cara membeli oli dari perusahaan dan diolah kembali di lokasi produksi mereka serta dikemas ulang dengan membuat merek oli yang beredar di pasaran," katanya.

Menurut Wiwin, pabrik oli palsu yang dilakukan tersangka memproduksi sebanyak 24.000 liter per hari. Oli dimasukkan ke dalam 24 botol. Keuntungan yang didapatkan sekitar 57 juta per hari. Oli diperjualbelikan kepada distributor di wilayah Banten, Jakarta hingga Kalimantan. Hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), kata dia, lokasi produksi ini tergolong home industri dan memiliki 10 karyawan yang saat ini masih dijadikan saksi.

Wiwin melanjutkan, atas perbuatan kedua tersangka dikenakan Pasal 113 Jo Pasal 57 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan pelaku usaha yang memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI. Ini telah diberlakukan secara wajib atau persyaratan teknis yang telah diberlakukan secara wajib.

Hal ini juga termuat dalam Pasal 57 ayat (2) dengan besaran pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak 5 miliar.

Tindak Tegas

Sudah semestinya produsen oli palsu ditindak tegas. Sebab oli palsu merusak kendaraan karena tidak memiliki sifat pelumas yang efektif. Kemampuan pendinginan oli palau tidak memadai.

Ini akan merusak mesin karena tidak dapat beroperasi dengan maksimal. Hal ini dapat menyebabkan penurunan daya, konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi, dan performa kendaraan yang buruk secara keseluruhan.

Selain itu, oli palsu juga tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Oli palsu seringkali diproduksi oleh oknum yang tidak berwenang, tanpa memperhatikan prosedur dan bahan baku yang tepat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.