Menkes Ajak Pemuda untuk Hidup Tanpa Rokok Jadi Gaya Hidup Baru
Selasa, 04 Jun 2024, 17:45 WIBJAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengajak para pemuda Indonesia untuk menjadikan hidup tanpa rokok menjadi gaya hidup atau lifestyle baru.
Menurut dia, demi mewujudkan penurunan prevalensi perokok dan meningkatkan kesehatan warga negara, pendekatan kebijakan tanpa merokok akan lebih efektif dengan pengetatan regulasi yang dibarengi dengan pendekatan pembiasaan gaya hidup.
"This is the best movement untuk hidup sehat, tanpa kita keluarin uang, tanpa kita suruh, tanpa instruction, tanpa regulation, semua orang lakukan itu," kata Menkes Budi dalam kegiatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang digelar di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jakarta, Selasa (4/6).
Ia memberi contoh seperti halnya dalam pembiasaan masyarakat untuk hidup sehat dengan rutin berlari dan bersepeda, yang kini menjadi kegemaran banyak orang di Indonesia.
Menkes Budi juga menyebut upaya yang sama juga telah terbukti dengan munculnya budaya minum kopi pahit yang dinilai lebih keren di Indonesia.
Hal yang sejenis, ungkap Menkes, merupakan strategi yang juga diaplikasikan oleh industri tembakau kepada masyarakat, agar seolah-olah masyarakat yang merokok terlihat keren, dan akhirnya kini menjadi gaya hidup yang dilakukan oleh banyak orang di Indonesia.
Oleh sebab itu, ia pun menilai hal sejenis juga dapat diaplikasikan dalam bentuk lain, guna menerapkan hidup sehat tanpa rokok.
"Anak-anak muda di belakang, tanya, gimana caranya supaya anak muda melihat merokok is not cool, enggak gaya, bukan zaman sekarang, merokok adalah orang tua," ucap dia.
Pembiasaan hidup tanpa rokok kepada anak muda, kata Menkes, bisa menjadi upaya baru dalam mengurangi prevalensi perokok baru di Indonesia, di mana pada umumnya anak muda memiliki sifat semakin dilarang, semakin dilakukan.
"Aku lagi nyari yang di anak-anak, figur-figur seperti itu yang ditiru, sehingga kalau kita bilang 'oh ngerokok enggak cool deh, aku enggak ngerokok aku sukanya makan salad'. Jadi, semua orang akan geser enggak ngerokok dan makan salad," ucap dia.
"Atau, ada yang bilang misalnya ibu-ibu atau bapak-bapak dibilangin bahwa 'ngapain uang rokok itu kita kurangin'. Kita hilangkan, itu cukup buat beliin telur sekeluarga berapa bulan, jadi stunting bisa hilang. Nah, itu kan mesti ada cara-cara yang kreatif untuk bisa mendidik masyarakat dengan cara seperti itu. Saya merasa ini lebih efektif dari pelarangan semata," tutur Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polda Metro Jaya Beri Pendampingan Psikologis Korban Kecelakaan SDN 01 Kalibaru
-
Tanpa Trump, Para Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT APEC untuk Mengatasi Ketidakpastian Perdagangan Global
-
AFC Challenge League: Dewa United Bermain Imbang 1-1 Kontra Phnom Penh Crown
-
Deklarasi Arah Indonesia Digital
-
Sambut Libur Nataru, Pertamina Patra Niaga Beri Diskon Avtur
-
Mike Tyson: Paul Bisa Andalkan Kekuatan Pukulan Hentikan Joshua
-
Pengusaha Rokok Muhammad Suryo Tak Penuhi Panggilan KPK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.