Harga Minyak Turun Karena The Fed Berupaya Pertahankan Penurunan Suku Bunga

Jumat, 31 Mei 2024, 10:54 WIB

SINGAPURA - Harga minyak turun pada Jumat (31/5) pagi karena investor menanggapi komentar dari pejabat Fed AS yang mengatakan terlalu dini untuk mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga, dan menyusul peningkatan mengejutkan dalam stok bensin AS yang membebani pasar.

Brent berjangka kehilangan 12 sen, atau 0,15 persen, diperdagangkan pada $81,74 per barel pada 00.08 GMT (pukul 07.08 WIB), sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 17 sen, atau 0,22 persen, menjadi $77,74.

Ket. Foto: Dongkrak pompa minyak terlihat di deposit minyak dan gas serpih Vaca Muerta di provinsi Patagonian, Neuquen, Argentina, 21 Januari 2019. — Sumber: CNA/REUTERS/Agustin Marcarian

Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan mengatakan masih khawatir mengenai risiko kenaikan inflasi meskipun ada pelonggaran baru-baru ini, dan dIA memperingatkan bank sentral AS harus fleksibel dan tetap mempertimbangkan "semua opsi" saat bank memantau data dan menentukan bagaimana meresponsnya.

"Sangat penting kita tidak terpaku pada jalur tertentu dalam kebijakan moneter," kata Logan pada sebuah acara di El Paso, Texas. "Saya pikir masih terlalu dini untuk benar-benar memikirkan penurunan suku bunga."

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS turun 4,2 juta barel menjadi 454,7 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 24 Mei, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada Kamis, dibandingkan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan 1,9 juta barel.

Persediaan bensin meningkat di AS di tengah ekspektasi bahwa permintaan akan lebih tinggi menjelang akhir pekan panjang Memorial Day, yang menandakan dimulainya musim mengemudi di musim panas. Stok naik 2 juta barel dalam sepekan menjadi 228,8 juta barel, kata EIA, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 400.000 barel. ?

Di tempat lain, OPEC+ sedang mengerjakan kesepakatan kompleks yang akan disepakati pada pertemuannya pada hari Minggu yang akan memungkinkan kelompok tersebut memperpanjang sebagian pengurangan produksi minyaknya hingga tahun 2025, kata tiga sumber yang mengetahui diskusi OPEC+ pada Kamis.

OPEC+, organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak yang dipimpin oleh Arab Saudi dan sekutunya yang dipimpin oleh Russia, saat ini memangkas produksi sebesar 5,86 juta barel per hari, setara dengan sekitar 5,7 persen dari permintaan global.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.