Edin Terzic Diragukan Mampu Atasi Real Madrid

Kamis, 30 Mei 2024, 07:06 WIB

DORTMUND - Pertandingan hari Sabtu (1/6) melawan Real Madrid bukanlah pengalaman pertama pelatih Edin Terzic di final Liga Champions bersama Borussia Dortmund. Namun kali ini dia akan lebih dekat untuk beraksi.

Jurgen Klopp berada di ruang ganti saat terakhir kali Dortmund mencapai final Liga Champions. Saat itu Dortmund kalah 2-1 dari Bayern Munich di Wembley, tempat yang sama dengan pertandingan hari Sabtu.

Ket. Foto: Borussia Dortmund hadapi Madrid I Pelatih Borussia Dortmund, Edin Terzic (kedua dari kiri) berdiskusi dengan para pemain setelah pertandingan divisi satu Bundesliga Jerman antara Mainz 05 melawan BVB Borussia Dortmund di Mainz, Jerman, beberapa pekan lalu. Terzic bersama Dortmund akan menghadapi Real Madrid pada per­tanding­an final Liga Champions, Sabtu (1/6). — Sumber: Kirill KUDRYAVTSEV/AFP

Lahir di luar Dortmund, Terzic, seorang penggemar berat BVB Borussia Dortmund yang naik pangkat hingga mengambil alih jabatan pelatih. Dia mengatakan bahwa berada di antara penonton untuk final 2013 adalah bagian dari kisah pribadinya tentang alasan bisa berada di posisi saat ini.

Ketika pemain veteran Mats Hummels dan Marco Reus turun ke lapangan bersama asisten pelatih saat ini Nuri Sahin dan Sven Bender 11 tahun lalu, Terzic, yang kala itu menjadi asisten pelatih Dortmund U-17, melakukan lawatan untuk menonton langsung dalam kapasitas tidak resmi.

"Perjalanan saya di tahun 2013 adalah sebagai fan. Mats Hummels, Marco Reus, Nuri Sahin, Sven Bender, mereka berada di bus tim. Saya berada di bus para penggemar," ujarnya.

Semua mempunyai kisah pribadi. Dia tidak benar-benar ingin menempatkan kisahnya di depan. Ini hanya tentang melakukan perjalanan bersama. Cerita tentang Terzic jarang terjadi di sepak bola internasional namun kadang-kadang dianggap merugikan karena menimbulkan persepsi bahwa dia melakukan pekerjaan tersebut kisahnya yang romantis dibandingkan keahliannya dalam melatih.

Tapi dia membantah anggapan tersebut. "Saya bukan hanya seorang penggemar. Saya bekerja di sini, sebagai pelatih junior, pencari bakat, asisten pelatih, dan kemudian menjadi pelatih tim profesional, " ujarnya.

Keraguan tetap ada meskipun Terzic memiliki catatan bagus sebagai pelatih Dortmund. Sebagai pelatih sementara, Terzic membawa Dortmund menjuarai Piala Jerman 2021 hanya beberapa bulan setelah mengambil alih tim.

Di musim penuh pertamanya, dia membawa Dortmund berada di jalur untuk meraih gelar Bundesliga hingga hasil imbang 2-2 di hari terakhir dengan Mainz membuat Bayern juara untuk musim ke-11 berturut-turut.

Di akhir musim penuh keduanya, Terzic membawa Dortmund ke final Liga Champions, sesuatu yang hanya pernah dilakukan Klopp dan Ottmar Hitzfeld.

Terzic mengatakan bahwa laga penting melawan Mainz adalah bagian dari jalan menuju kesuksesan yang berlanjut hingga ke final Liga Champions. "Itu bukan hari terindah, tapi apa yang saya alami tidak akan saya lupakan," ujarnya.

Kekalahan tipis Bayern di semifinal musim ini, takluk 4-3 dalam dua leg, membuat Dortmund kehilangan peluang membalas dendam. Tim asuhan Terzic akan bermain melawan Real Madrid, salah satu dari sedikit tim yang berprestasi luar biasa dibanding Bayern di level Eropa.

Dortmund merupakan pemenang Liga Champions tahun 1997 ketika mengalahkan Juventus 3-1. Kali ini dia telah mengatasi rintangan sebagai tim yang tidak diunggulkan. Statistik menunjukkan seberapa besar perlawanan akan dilakukan Dortmund hari Sabtu.

Real telah memenangkan kompetisi ini sebanyak 14 kali, enam di antaranya terjadi sejak penampilan terakhir Dortmund. Los Blancos tidak pernah kalah dalam delapan final terakhir sejak tahun 1981, ketika Terzic belum lahir. Pelatih berusia 41 tahun itu bercanda bahwa sudah saatnya Real kalah di final.

"Tujuan kami adalah memenangkan Liga Champions. Jika ingin memenangkan Liga Champions, Anda harus mengalahkan sang juara. Secara statistik Madrid berada di jalur yang tepat untuk memenanginya lagi tahun ini. Namun Dortmund tidak takut dengan statistik itu," tandas Terzic. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

Singapura dan Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Emas

Infantino Kehilangan Orang Kepercayaan Saat Tekanan di FIFA Meningkat

Serena dan Venus Williams Kembali Bertanding di Nomor Ganda, Kalah Dramatis di Cincinnati Open

Tiga Gunung Api Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diminta Waspada

Perseteruan di Federasi Sepak Bola Asia Makin Panas, Presiden AFC Kecam Qatar

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.