Menkeu Ajak DPR Awasi Kinerja Pertamina

Rabu, 01 Okt 2025, 18:47 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak Komisi XI DPR bekerja sama untuk mengawasi dan mengontrol kinerja Pertamina, terutama dalam konteks pembangunan kilang. Sebab janji-janji Pertamina untuk membangun kilang baru minyak, tak satu pun terwujud, dari tujuh yang dijanjikan. Ajakan Purbaya ini disampaikan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

Tak hanya itu, Purbaya pun menandaskan akan turut ambil bagian dalam mengawasi proses berjalannya proyek-proyek yang diusulkan oleh Pertamina. Dengan demikian, diharapkan ada timbal balik dari Pertamina dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

Ket. Foto: akan awasi kinerja pertamina — Sumber: ist

“Jadi, saya bukan juru bayar saja. Saya akan masuk dan melihat mereka menjalankan atau tidak proyek-proyek yang diusulkan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Pertamina dinilai lambat dalam memenuhi janji untuk membangun kilang minyak. Untuk itu, dia mendorong agar Pertamina mempercepatnya. “Saya minta Pertamina menyegerakan pembangunan kilang minyak baru demi menekan anggaran subsidi energi yang terus meningkat tiap tahun,” tandas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Rabu (1/10).

Purbaya mengatakan tidak ada silang pendapat terkait permintaannya kepada PT Pertamina (Persero) untuk membangun kilang minyak baru. “Nggak ada silang pendapat. Hanya memastikan Pertamina punya rencana agar dijalankan dengan cepat,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu.

Pembangunan kilang minyak merupakan rencana yang mulanya diusulkan oleh Pertamina, sehingga perusahaan pelat merah itu memiliki kewajiban untuk mewujudkan rencana tersebut, katanya, menambahkan. Di sisi lain, pembangunan kilang minyak baru juga akan memberikan nilai tambah di dalam negeri.

“Supaya kita bisa menghemat subsidi. Di samping itu, value added sebagian akan diciptakan di sini, bukan di negara lain,” ujar Menkeu. Purbaya minta PT Pertamina (Persero) untuk membangun kilang minyak baru dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, di Jakarta, Selasa (30/9).

Hal itu bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor, yang pada akhirnya bakal menekan anggaran subsidi energi. Menurutnya, Menkeu pernah merekomendasikan Pertamina untuk membangun kilang baru pada tahun 2018 saat Purbaya masih bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

Pertamina pun berjanji akan membangun tujuh kilang baru dalam kurun waktu lima tahun. Namun, Purbaya mengatakan wujud dari komitmen itu belum terlihat. Padahal, lanjutnya, impor untuk bahan bakar minyak (BBM) memakan anggaran besar, yang mengakibatkan nilai subsidi energi terus meningkat dari tahun ke tahun.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.