Menhub Sebut Uji Coba Kereta Otonom Tanpa Rel di IKN Dilakukan Agustus
Rabu, 29 Mei 2024, 06:58 WIBJakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa uji coba proyek kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, bakal dilakukan pada Agustus 2024.
"(Perkembangan proyek kereta otonom tanpa rel di IKN) kita harapkan Agustus itu ada uji coba," kata Budi di sela menghadiri pembukaan The 19th Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum 2024 di Jakarta, Selasa.
Budi menyampaikan bahwa proyek kereta otonom tanpa rel di IKN ini belum dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, Menhub juga belum dapat memastikan kapan proyek kereta otonom tanpa rel itu bakal dikomersialkan ke publik.
"Belum komersial dan belum merupakan pembangunan yang sifatnya dari APBN, tapi uji coba," ucap Menhub.
Menhub menambahkan bahwa asal kereta tersebut akan diimpor dari China. Kereta otonom ini menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet. "(Itu rangkaian keretanya dari China?) Iya," ungkap Menhub.
Sebelumnya, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencanangkan untuk melakukan uji coba kendaraan otonom, kereta otonom tanpa rel (autonomous rail transit), dan taksi terbang (advanced air mobility) pada Juli 2024.
"Otorita IKN mencanangkan untuk melakukan uji coba di sektor transportasi cerdas meliputi kendaraan otonom, autonomous rail transit, dan advanced air mobility pada Juli 2024," ujar Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/5).
Ali menuturkan bahwa IKN dirancang sebagai ibu kota yang menerapkan konsep kota cerdas, berlandaskan prinsip hijau dan berkelanjutan.
Pengembangan infrastruktur, sebagai sektor kritikal, akan dijalankan dengan prinsip-prinsip tersebut untuk membantu meningkatkan kinerja operasional kota dan kualitas hidup penduduk.
"Nusantara akan mengimplementasikan sistem transportasi cerdas atau intelligent transportation system (ITS) untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam bermobilitas. Momentum pembangunan IKN merupakan peluang besar untuk pengembangan dan penguasaan teknologi ITS dan moda transportasi inovatif, seperti kendaraan otonom dan advanced air mobility," kata Ali.
Berita Terkait:
-
Daftar Susunan Pemain Tunisia vs Jepang: Kubo Ditarik Keluar karena Cedera, Tanaka Jadi Starter
-
Kemenhaj Tuntaskan Pemberangkatan Gelombang Pertama Embarkasi Padang
-
Yordania vs Aljazair: Dua Tim Memburu Kebangkitan di Piala Dunia 2026
-
Tim Kesehatan Asal Sulawesi Utara Siap Mendukung Penas KTNA XVII
-
Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
-
Petani Lebak Siasati Ancaman Gagal Panen Akibat Musim Kemarau Ekstrem, Musim Tanam Dipercepat
-
Miliki Karakter Khas, Beras Sigupay Abdya Didorong Kemenkum Aceh Didaftarkan Hak Merek Kolektif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.