Lintasarta Perkenalkan Layanan Komputasi Awan Berbasis Kecerdasan Buatan
Rabu, 29 Mei 2024, 07:48 WIBJAKARTA - Perusahaan teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) Lintasarta, memperkenalkan layanan terbarunya yaitu Deka GPU. Teknologi komputasi awan berbasi kecerdasan buatan (AI Cloud) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan teknologi canggih dalam bidang pembelajaran mesin (machine learning/ML), rendering, dan aplikasi CAD dengan spesifikasi superior dan biaya efisien.
Dengan layanan Deka GPU, Lintasarta menyatakan berkomitmen untuk memberikan solusi teknologi terbaik yang dapat diandalkan oleh berbagai industri di Indonesia. Layanan ini tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga fleksibilitas dan efisiensi biaya yang signifikan.
"Harapannya, lebih banyak perusahaan yang melakukan transformasi digital dengan lebih cepat dan mendapatkan hasil yang maksimal," kata President Director and Chief Executive Officer Lintasarta Bayu Hanantasena melalui keterangan tetulis Salasa (28/5).
Deka GPU yang didukung oleh Nvidia ini menghadirkan server GPU tipe terbaru dengan konfigurasi 8x Nvidia H100. Perpaduan ini menawarkan daya hingga 10 KVA dan berat hingga 100 KG, menghasilkan performa yang jauh lebih tinggi dibandingkan GPU tipe lama seperti Nvidia A100 dan T4 yang sudah tidak lagi dijual.
Dengan Nvidia HGX H100 SXM5 yang memiliki RAM 80GB, kecepatan dalam aplikasi ML meningkat hingga 3-4 kali lipat dibandingkan Nvidia L40S. H100 juga dilengkapi dengan fitur MIG (Multi Instance GPU) yang memungkinkan partisi hingga 7 instance dalam satu container.
Nvidia L40S dengan RAM 48GB memiliki spesifikasi yang sangat ideal untuk rendering, 3D modeling, dan aplikasi computer-aided design (CAD) seperti AutoCAD. L40S mendukung fitur GPU yang memungkinkan partisi RAM GPU hingga 10 kombinasi, serta memaksimalkan efisiensi penggunaan sumber daya.
"Untuk memastikan kinerja optimal, Deka GPU juga didukung oleh jaringan on-premise dengan kecepatan minimal 100 Gbps, serta InfiniBand hingga 400 Gbps jika terdapat lebih dari satu server GPU," jelas Bayu.
Lintasarta juga mendukung Jupyter Notebook, untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pemrograman atau coding dan pengembangan ML secara kolaboratif. Deka GPU memastikan kepatuhan terhadap regulasi data di Indonesia, khususnya di sektor perbankan dan energi, dengan menjaga data agar tetap berada di dalam negeri.
Lintasarta juga menawarkan model pembayaran bulanan dengan sistem pay per use dan tidak ada biaya OTC, sehingga pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya investasi awal yang besar, serta membuat layanan ini lebih terjangkau dan fleksibel. Sebagai National Cloud Partner (NCP) Nvidia di Indonesia, Bayu menambahkan, Lintasarta menjamin alokasi GPU yang cepat dan mudah dibandingkan dengan solusi on-premise. Ini memungkinkan pelanggan mendapatkan performa optimal dengan waktu tunggu minimal.
Deka GPU menyediakan berbagai produk seperti Virtual Desktop Infrastructure, Kubernetes, Kubeflow & Jupyter Notebook, KubeApps untuk marketplace, Rendering Farm, Inference as a Service, dan Virtual Machine. Menggunakan AI Cloud dengan konfigurasi maksimal dapat menghemat biaya operasional dibandingkan dengan penggunaan on-premise, terutama dalam hal tenaga dan pendinginan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Ingin ke AS tapi Dipersulit Imigrasi? Ini Tips untuk Para Pelancong: Periksa Visa, Matikan HP
-
Tottenham Hotspur Perpanjang Kontrak Son Heung-min
-
Otorita IKN Sebut Pembangunan Infrastruktur Sudah Sentuh Kawasan Investasi di Sepaku
-
India Kembangkan Drone AVATAAR yang Dapat Terbang Sekaligus Menyelam di Laut
-
Meta-Google Tandatangani Kesepakatan Cloud AI Senilai 10 Miliar Dollar
-
La Liga Batalkan Rencana Gelar Laga Villarreal vs Barcelona di Miami
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.