Ketahui Kadar Trigliserida Agar Terhindar dari Penyakit Kardiovaskuler
Senin, 27 Mei 2024, 22:12 WIBJAKARTA - Dalam pemeriksaan kadar kolesterol darah ketika melakukan pemeriksaan medis (medical check up/MCU) biasanya akan tertera nilai trigliserida. Seberapa penting angka trigliserida mempengaruhi pengajuan asuransi?
Menurut Medical Underwriter Sequis dr Debora Aloina Ita Tarigan, beberapa produk asuransi kesehatan mewajibkan adanya MCU. Tujuannya untuk mengukur tingkat risiko kesehatan yang calon nasabah.
"Namun ada juga yang cukup menjawab pertanyaan kesehatan saat mengisi Surat Pengajuan Asuransi (SPA). Salah satu indikator mengukur risiko kesehatan adalah angka trigliserida," ungkapnya melalui keterangan tertulis Senin (27/5).
Hasil dari MCU ataupun jawaban mengenai riwayat sakit pada pertanyaan kesehatan menjadi faktor penilai besaran risiko calon tertanggung. Dari data ini kemudian dikelompokkan dalam kategori risiko asuransi, yakni risiko standard, risiko kesehatan tinggi biasanya dikenakan beban ekstra premi, atau risiko yang sangat tinggi yang sehingga kemungkinan besar pengajuan akan ditolak.
"Untuk itu, sebaiknya membiasakan gaya hidup sehat demi kesehatan dan mendukung kita bisa mendapatkan premi yang sesuai karena kondisi risiko kesehatan dinilai rendah," sebut dr. Debora.
Trigliserida adalah jenis lemak umum yang ada dalam darah. Berfungsi menyimpan kalori dan menyediakan energi untuk tubuh. Makanan menjadi sumber utama pembentuk lemak ini. Jika seseorang makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh maka kadar trigliserida dapat meninggi.
Ada proses metabolisme dalam tubuh kita, yakni makanan diproses menjadi kalori lalu diubah menjadi energi dalam proses metabolisme. Tubuh memerlukan energi agar sel dan jaringan tetap tumbuh dan berkembang serta dapat berfungsi dengan baik.
"Beraktivitas sehari-hari dan berolahraga memerlukan energi. Namun, jangan sampai berlebihan karena tubuh juga butuh istirahat. Sebaliknya, jika energi jarang terpakai akan menjadi trigliserida yang akan disimpan dalam sel-sel lemak," kata dr Debora.
Ia menyarankan untuk mengetahui profil lemak untuk mengetahui kadar trigliserida dengan melakukan tes darah. Caranya dapat melakukan tes di klinik atau laboratorium. Nantinya, darah akan diambil dari pembuluh di lengan. Hasil akan lebih akurat jika pasien berpuasa selain minum air putih selama 9-12 jam sebelum pengambilan darah.
"Jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka kurang dari 150 mg per desiliter (dL) berarti kadar masih normal. Jika sudah berada di batas atas 150-199 mg per dL harus berhati-hati karena bisa terus meninggi hingga 200 - 500 mg per dL. Bahkan tergolong sangat tinggi atau berbahaya jika sudah berada di angka lebih dari 500 mg per dL," paparnya.
Dokter Debora mengajak masyarakat meningkatkan literasi mengenai trigliserida karena seringkali angka trigliserida merangkak naik tanpa disertai gejala. Bahkan ada yang merasakan gejala saat kisaran sudah berada di angka 1.000 hingga 2.000 mg per dL.
"Trigliserida yang meninggi dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, yakni berisiko pada penyakit-penyakit kritis, seperti penyakit kardiovaskuler yaitu jantung dan stroke," katanya.
Kebiasaan sehari-hari kita memiliki dampak pada tingkat lemak dalam tubuh. Pemicu utama di balik kenaikan trigliserida adalah konsumsi kalori berlebihan dan kurang bergerak. Ada juga karena faktor genetik yang dapat membuat tingkat trigliserida tidak normal.
Mengontrol tingkat trigliserida dapat dilakukan dengan inisiatif mengubah gaya hidup ke arah yang sehat, jangan malas bergerak supaya tubuh tidak menyimpan lapisan lemak lebih banyak, rutin berolahraga demi menjaga dari risiko menurunnya massa otot. Jika massa otot kuat dan terjaga maka saat usia lanjut pun masih memungkinkan untuk tetap aktif bergerak.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Perluasan TPA Medan untuk pengembangan
-
Pemkab Penajam Paser Utara Pantau Harga-Pasokan Pangan saat Ramadan
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Kegiatan Penyerahan Hasil Kerja Satgas PKH
-
Ulat Bulu Masuk Kelas SDN Wonorejo Surabaya, Petugas Dikerahkan untuk Penanganan Darurat
-
Festival Budaya Isen Mulang Jadi Sarana Pelestarian Budaya di Kalteng
-
Trump Ingin Capai Kesepakatan Besar dengan Iran
-
Era Perbankan Tanpa Batas 2026: Accenture Ungkap 6 Tren Utama yang Mengubah Industri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.