Cegah Konflik, Indonesia Tegaskan Komitmen untuk Jaga Stabilitas Kawasan Asean
Sabtu, 25 Mei 2024, 00:05 WIBTokyo - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) agar tetap aman dan tidak menjadi wilayah konflik.
"Peran Indonesia adalah negara terbesar, jadi seluruh pemimpin Asean itu menunggu langkahnya Indonesia. Jadi, ini yang harus kita jaga sebagai pemimpin Asean, kita jaga kebersamaan konsensus agar tidak menjadi daerah konflik," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Antara di Nikkei Forum 29th Future of Asia, Tokyo, Jumat.
Lebih lanjut, dia menjelaskan apabila terjadi konflik dan stabilitas tidak terjaga, maka akan mengancam perekonomian di kawasan, seperti di Eropa dan Timur Tengah.
"Kami berupaya untuk memitigasi risiko-risiko yang berhubungan dengan isu geopolitik seperti di Eropa dan Timur Tengah," katanya.
Airlangga memaparkan saat ini hanya kawasan Asean yang mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata empat persen setelah digempur oleh pandemi COVID-19.
"Tidak ada kawasan yang menikmati kedamaian dan stabilitas seperti ini selain Asean dan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asean berupaya menjaga kondisi ini sebagaimana mestinya," katanya.
Dia menambahkan Keunikan Asean dibandingkan dengan kawasan lain adalah semua keputusan diambil melalui konsensus yang mengedepankan solidaritas antarnegara.
"Asean ingin mengatur lebih dalam terkait ekonomi serta menjaga stabilitas di kawasan," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, Asean berada di antara negara-negara maju, seperti Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru yang merupakan aset untuk kerja sama dan investasi.
Selain berupaya menjaga stabilitas kawasan, Airlangga menyebutkan fokus mitigasi utama lainnya bagi pemerintah Indonesia adalah fluktuasi komoditas pangan dan migas.
"Kita tahu bahwa India mulai kembali mengekspor beras. Untuk itu, kemandirian pangan sangat penting di Asia. Indonesia bersama Thailand, Filipina dan Vietnam juga sudah membuat kesepakatan untuk membuat penyangga krisis di rantai pangan," katanya.
Dalam forum tersebut, Airlangga juga memaparkan berbagai topik, seperti membangun ekosistem digital, upaya Asia untuk mencapai nol karbon, peran Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan dalam keamanan regional di Asia Timur Laut, dan sebagainya.
Forum tersebut juga dihadiri di antaranya PM Malaysia Anwar Ibrahim, PM Thailand Srettha Thavisin, Deputi PM Vietnam Le Minh Khai, Deputi PM Singapura Gan Kim Yong, Deputi PM Cambodia Sun Chanthol, Sekjen Asean Kao Kim Hourn, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, serta dihadiri juga oleh sejumlah Chairman/ CEO perusahaan besar beserta para Profesor dari berbagai universitas ternama dunia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Kebakaran Hanguskan Gudang Katering di Ragunan, Jaksel
-
Lindungi Ternak di Jabar, Kementan Distribusikan 151 Ribu Dosis Vaksin PMK
-
Kakorlantas Ucapkan Belasungkawa bagi Personel Gugur saat Operasi Ketupat 2026
-
SAR Babel Temukan Penjaga Pulau Hilang Kontak di Perairan Manggar
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.