Pemanfaatan Makanan Lokal Cegah Indonesia dari Krisis Pangan
Minggu, 19 Mei 2024, 04:00 WIBJakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pemanfaatan penganekaragaman makanan lokal yang ada di Tanah Air dengan maksimal, dapat mencegah Indonesia dari krisis pangan global.
"Indonesia ini dianugerahi beragam sumber pangan yang tentunya jika kita bersama-sama manfaatkan dapat mencegah negeri ini dari ancaman krisis pangan global," kaya Arief dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menurut Arief dengan memasifkan penganekaragaman konsumsi pangan dalam negeri, yang bukan hanya bergantung pada beras, maka menopang ketahanan pangan nasional melalui potensi pertanian yang ada di dalam negeri.
Arief menuturkan bahwa selain berfokus pada aspek ketersediaan dan stabilitas pangan, pihaknya juga memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan dengan bagaimana mendorong konsumsi pangan berbasis kearifan lokal.
Namun, dia menilai bahwa sinergi semua pihak dibutuhkan untuk mendorong penganekaragaman konsumsi pangan lokal, bukan hanya bergantung pada beras.
Untuk itu, Bapanas mendorong terbangunnya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, komunitas petani, serta sektor swasta, untuk mendorong produksi, distribusi, dan konsumsi pangan lokal yang beragam dan bernilai gizi tinggi.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal mengatakan mengatakan bahwa upaya sosialisasi dan kampanye pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) terus digencarkan bersama pemangku kepentingan terkait melalui berbagai program yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2024 Bapanas melaksanakan program B2SA Goes to School (BGtS) di 385 sekolah yang tersebar di 34 provinsi.
Selain itu, terdapat program Desa B2SA yang di dalamnya terdiri dari tiga pilar komponen ketahanan pangan yakni Teras Pangan, Gerai Pangan, dan Rumah Pangan.
"Pada tahun 2024, program ini menyasar 175 desa di 33 provinsi di seluruh Indonesia," kata Rinna.
Tidak hanya itu, lanjut Rinna, Bapanas dalam mengakselerasi konsep pangan B2SA yang berbasis pada potensi pangan lokal juga memberikan fasilitasi sarana dan prasarana pengolahan produk pangan lokal kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat.
"Fasilitasi ini dialokasikan di 34 lokasi yang terbagi di 10 lokasi di pusat dan 24 lokasi di daerah melalui mekanisme dekonsentrasi," kata Rinna.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Somalia Makin Lapar, Krisis Pangan Diprediksi Makin Parah
-
Yili Indonesia Perkuat SDM UMKM Daerah melalui Kolaborasi Keamanan Pangan
-
Polda Metro Jaya Tetapkan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sebagai Tersangka Laka Maut dengan KRL di Bekasi, Ini Alasannya!
-
Chef Petty Elliott dan Chef Budiono Sukim Buka Rahasia Produk Legendaris FKS Food
-
Menkeu Purbaya Pastikan Kemenkeu Punya Dana Cukup Bayar Utang Kereta Cepat
-
Konser BIGBANG di Jakarta Tambah Satu Hari, Digelar 16 dan 17 Januari
-
Bukan Chatbot Biasa, Agen AI Meta Muse Kini Bisa Akses Aplikasi Mac
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.