- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB Revisi Prediksi Pertum...
PBB Revisi Prediksi Pertumbuhan Global Jadi 2,7 Persen dari 2,4 Persen
Jumat, 17 Mei 2024, 14:17 WIBISTANBUL - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merevisi perkiraan kenaikan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2024 menjadi 2,7 persen dari perkiraan awal sebesar 2,4 persen pada Januari.
Revisi sebesar 0,3 poin persentase tersebut tergambar dari laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia yang dirilis Kamis (16/5).
Perkiraan untuk tahun 2025 juga direvisi naik 0,1 poin persentase menjadi 2,8 persen dari ekspektasi bulan Januari sebesar 2,7 persen.
"Prospek perekonomian global telah membaik sejak bulan Januari dengan negara-negara besar menghindari penurunan yang parah, sehingga menurunkan inflasi tanpa meningkatkan pengangguran," kata laporan tersebut.
PBB juga turut memperingatkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, tantangan keberlanjutan utang, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, dan risiko iklim terus menimbulkan tantangan terhadap pertumbuhan global.
Tantangan tersebut dinilai akan mengancam kemajuan pembangunan selama beberapa dekade, terutama bagi negara-negara kurang berkembang.
"Revisi terutama mencerminkan prospek yang lebih baik di Amerika Serikat, di mana perkiraan terbaru menunjukkan pertumbuhan 2,3 persen pada tahun 2024 dan beberapa negara berkembang besar, terutama Brazil, India, dan Federasi Rusia," menurut laporan itu.
Begitu juga dengan prospek Tiongkok yang menunjukkan sedikit peningkatan dengan pertumbuhan diperkirakan sebesar 4,8 persen pada tahun 2024.
Di sisi lain, prospek Afrika telah memburuk dengan perkiraan sementara pertumbuhannya turun 0,2 poin persentase pada tahun 2024.
Begitu juga dengan pertumbuhan Turki yang diprediksi PBB melambat dari 4,5 persen pada tahun 2023 menjadi 3,2 persen pada tahun 2024.
"Devaluasi lira Turki yang cepat menambah tekanan inflasi, mendorong otoritas moneter mengambil tindakan pengetatan. Di tengah melemahnya permintaan domestik, yang juga menyebabkan berkurangnya impor, defisit transaksi berjalan menyempit pada awal tahun 2024," tambah laporanitu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
68 Ribu KK di Padang Terdaftar Program Perlindungan Sosial, Dinsos Ungkap Data Terbaru.
-
Rela Lepas Asian Games 2026, Ini Alasan Janice Tjen dan Pelti Pertaruhkan Demi Australian Open
-
Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
-
Hari Jadi Karawang, Karangan Bunga Diganti dengan Bibit Pohon
-
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini
-
Guru Besar UI Soroti Laporan ADBI: Tantangan RI Bukan Kurang Tumbuh, Tapi Tak Produktif
-
Pungli Retribusi Sampah Kafe, Dua Pegawai DLH Surabaya Dipecat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.