Rela Lepas Asian Games 2026, Ini Alasan Janice Tjen dan Pelti Pertaruhkan Demi Australian Open
Senin, 14 Sep 2026, 17:30 WIBJAKARTA -Â Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) mengonfirmasi bahwa absennya petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, dari ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga peringkat dunia demi mengamankan tiket ke Australian Open 2027, Senin (14/9).
Sekjen PP Pelti Andi Fajar menegaskan, langkah ini diambil agar poin WTA milik Janice tidak hangus akibat aturan zero point, sehingga peluang melangkah ke panggung Grand Slam hingga kualifikasi Olimpiade tetap terbuka lebar.
"Ini bagian dari program supaya Janice itu tetap bisa masuk ke Melbourne Australian Open. Dia harus menjaga poinnya sekarang," kata Andi kepada ANTARA lewat sambungan telepon di Jakarta Senin.
Menurut dia, keputusan tersebut telah melalui pembahasan panjang antara Pelti dengan International Tennis Federation (ITF) dan Women's Tennis Association (WTA). Komunikasi bahkan telah dilakukan sejak sekitar satu tahun lalu dan kembali dilakukan pada awal 2026.
Pelti, kata Andi, juga telah mengirimkan surat resmi kepada WTA untuk meminta kebijakan khusus agar Janice tidak kehilangan poin apabila memilih tampil di Asian Games.
"Kami sudah mengirim resmi meminta, bisa tidak ada kebijakan dari WTA terkait zero point dalam tenis. Maksudnya kalau Janice ikut Asian Games, boleh tidak poinnya dia tidak turun," ujar Andi.
Namun, WTA tidak dapat memberikan pengecualian terhadap aturan tersebut. Keringanan yang bisa diberikan hanya berkaitan dengan penalti akibat ketidakhadiran pemain.
"Yang bisa diberikan itu hanya keringanan penalti. Jadi Janice harus mempertahankan poin dia sekarang," kata Andi.
Ia menegaskan Pelti sebenarnya siap membayar penalti yang dikenakan kepada Janice maupun federasi jika petenis tersebut tidak mengikuti turnamen WTA 1000 di Beijing.
"Kita juga mau bayar. Pelti siap bayar. Kita sudah sampaikan ke WTA, kita akan membayar denda. Tapi tidak ada hubungannya dengan zero point itu," kata Andi.
Ia menjelaskan persoalan utama bukan mengenai denda, melainkan dampak kehilangan poin terhadap peringkat Janice. Berdasarkan perhitungan Pelti, Janice memiliki sekitar 405 poin yang harus dipertahankan hingga Desember 2026.
Apabila poin tersebut hilang, posisi Janice berpotensi turun dan dapat membuat peluangnya tampil di Australian Open menjadi lebih sulit.
"Yang menjadi persoalan kalau Janice absen di WTA 1000 Beijing itu akan ada potensi untuk tidak bisa masuk Melbourne Australian Open. Karena poinnya harus dipertahankan," ujar Andi.
Andi juga menanggapi perbandingan Janice dengan petenis Filipina Alexandra Eala yang tetap memilih tampil pada Asian Games dengan konsekuensi membayar penalti.
Menurut dia, kondisi Eala berbeda karena distribusi poin yang dimiliki sepanjang musim membuat petenis Filipina tersebut relatif aman untuk tampil di Australian Open.
"Eala itu di awal tahun dia banyak poin sama pertengahan tahun. Jadi poinnya cukup untuk tampil di Australian Open. Jadi dia aman," kata Andi.
Ia menambahkan Janice bukan satu-satunya petenis papan atas dunia yang tidak tampil pada Asian Games. Sejumlah pemain WTA lainnya juga memilih tidak mengikuti ajang tersebut karena pertimbangan kalender dan peringkat.
"Jadi ini bukan cuma Janice. Ada enam pemain top WTA dunia yang tidak bermain," ujar Andi, menambahkan bahwa petenis Jepang Naomi Osaka dan petenis Kazakhstan juara US Open 2026 Elena Rybakina juga absen dalam Asian Games edisi kali ini.
Pelti, lanjut Andi, telah berkoordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait keputusan tersebut. Menurut dia, federasi memilih memprioritaskan target jangka panjang Janice, terutama peluang tampil di Olimpiade.
Ia menilai tampil di Australian Open menjadi salah satu tahapan penting untuk menjaga peluang Janice menuju target tersebut.
"Kita sudah koordinasi dengan Pak Menteri. Kita support bagaimana supaya yang paling penting adalah Olimpiade. Harapan kita Janice bisa masuk ke situ. Itu capaian kita tertinggi sebenarnya," ujar Andi.
- janice tjen
- asian games 2026
- pelti
- australian open 2027
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Usai Kecelakaan, Perjalanan Kembali Normal untuk Jalur KRL ke Tangerang
-
IKM 2025 Capai 81,45, DisperkimLH Kota Solok Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik.
-
Bangun Rel Trans-Kalimantan, Kemenhub Jajaki Tiongkok dan Russia
-
Liverpool Bidik Wonderkid PSG Ibrahim Mbaye, Barcola Tetap Jadi Target Utama
-
Prabowo Buka Wacana Dwi Kewarganegaraan, Talenta Diaspora Bakal Bisa Punya 2 Paspor?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.