- Home
-
- Luar Negeri
-
- Junta Myanmar Bunuh 5.000 ...
Junta Myanmar Bunuh 5.000 Orang Sejak 2021
Selasa, 14 Mei 2024, 02:15 WIBYANGON - Sebuah kelompok hak asasi manusia di Myanmar mengatakan 5.000 orang telah terbunuh dalam serangan dan tindakan keras yang dilakukan militer negara tersebut sejak mengambil alih kekuasaan melalui kudeta tiga tahun lalu.
Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) pada Jumat (10/5) lalu merilis jumlah korban tewas, termasuk aktivis prodemokrasi dan warga sipil, berdasarkan penghitungan mandiri.
"Kebanyakan orang tewas di kota terbesar kedua, Mandalay, dan wilayah Sagaing, Myanmar barat laut dimana Pertempuran antara militer dan kekuatan prodemokrasi terus berlanjut di wilayah tersebut," ungkap kelompok itu.
Militer menguasai Myanmar sejak kudeta 1 Februari 2021 dan terus menahan aktivis prodemokrasi. Sejak musim gugur tahun lalu, militer meningkatkan serangan udara setelah kehilangan kekuatan akibat serangan kelompok bersenjata dari etnik minoritas yang bekerja sama dengan kekuatan prodemokrasi di dekat perbatasan.
Militer pada Kamis (9/5) lalu melancarkan serangan udara ke sebuah biara di Magway, Myanmar tengah. Serangan itu menewaskan lebih dari 10 orang. Bulan lalu, sedikitnya 15 warga sipil tewas dalam serangan udara di Myanmar tenggara di dekat jembatan yang melintasi perbatasan dengan Thailand. SB/NHK/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
KAI Palembang Catat 1.481 Tiket Mudik Gratis 2026 Sudah Terisi
-
Tantangan Perbankan Syariah, OJK Dorong Inovasi dan Penurunan Biaya Layanan
-
Komisi I DPR Dukung Pemerintah Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
-
Hasil Liga Italia: Imbang 1-1 Kontra Fiorentina, Lecce Masih Tertahan di Zona Degradasi
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
PLN Prediksi Konsumsi Listrik Jakarta Turun Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.