Kemenhub Dalami Penyebab Kecelakaan Bus di Subang
Senin, 13 Mei 2024, 09:15 WIBJAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan tim khusus untuk mendalami penyebab kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5) petang.
"Saya lagi investigasi, saya lagi suruh tim untuk mengecek. Saya menurunkan tim investigasi dari Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat (Jenderal) Perhubungan Darat ke lokasi untuk mengetahui apa sih masalahnya," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno di Jakarta, Minggu (12/5).
Hendro menyampaikan pihaknya menerjunkan tim khusus untuk bersinergi dengan aparat kepolisian dalam melakukan investigasi penyebab kecelakaan tersebut dari sisi teknis.
Sementara itu, untuk masalah hukum menurut Hendro, merupakan ranah dari aparat penegak hukum yakni kepolisian setempat. "Saya kan masalah teknis kendaraannya saja, masalah hukumnya itu kan dari aparat kepolisian," ujar Hendro.
Dia menyebutkan sebanyak empat orang dari tim khusus yang dibentuk Kementerian Perhubungan untuk bersinergi dengan pihak kepolisian dalam melalukan investasi atas insiden nahas tersebut.
"(Yang diturunkan di lokasi) ada empat orang. Intinya saya cek nanti (penyebab kecelakaan secara teknis)," ucap Hendro.
Uji Kelaikan
Kementerian Perhubungan juga meminta kepada Perusahaan Otobus (PO) agar rutin melakukan uji kelaikan jalan kendaraan bus demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat dalam perjalanan. Menurut Hendro, pengujian kendaraan bermotor (PKB) atau KIR kendaraan secara berkala sangat penting dilakukan demi mencegah atau memitigasi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas selama perjalanan.
"Saya juga mengimbau kepada pengusaha bus ikuti ketentuan, kalau memang harus melakukan uji KIR, maka ya uji KIR," tegas Hendro.
Selain itu, Hendro juga meminta kepada seluruh masyarakat pengguna transportasi bus agar berani kritik terhadap kendaraan yang hendak ditumpangi jika tidak memiliki izin kelaikan jalan.
Masyarakat pengguna bus diminta untuk terlebih dulu mengecek kelaikan jalan transportasi tersebut di aplikasi MitraDarat demi memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan.
"Cek betul kendaraannya laik jalan atau tidak, kalau memang tidak laik jalan minta ganti bus yang lain. Dan bagi pengemudi, kalau tidak menguasai medan di mana tujuannya, iya jangan mengemudi," kata Hendro.
Sebelumnya, sebuah bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5) petang. Data sementara korban meninggal dunia dalam kecelakaan itu berjumlah 11 orang dan empat orang luka berat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wamendagri Dorong Nusa Penida Jadi “Green Island” Terintegrasi
-
Taylor Fritz dan Coco Gauff Pimpin Amerika Serikat Pertahankan Gelar United Cup
-
BGN: Jaga Desa Tingkatkan Pengawasan Dana MBG di Desa
-
Gunung Papandayan Diserbu Ribuan Wisatawan saat Liburan Nataru
-
PPATK Berkomitmen Optimalisasi Penelusuran Aset Hasil Korupsi
-
Gereja Katedral Jakarta Selenggarakan Misa Pontifikal Natal 2025
-
Wujudkan Kualitas Ruang Hidup yang Lebih Baik, Lixil Fasilitasi Kolaborasi Lintas Sektor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.