Dihancurkan Bangsa Romawi

Senin, 13 Mei 2024, 06:25 WIB

Stabilitas yang kembali diraih Mesir setelah pertikaian antara Thebes dan Hykos berakhir, membuat, agama dan pusat-pusat keagamaan berkembang pesat dan tidak terkecuali Thebes. Kuil, candi, bangunan umum dan teras yang memiliki keindahan dan kemegahannya.

Laman World History menyebut, kekuatan dan keindahan dewa agung Amun perlu tercermin sepenuhnya di kota suci Thebes dan setiap proyek pembangunan berupaya untuk melampaui prestasi yang terakhir. Tujuannya untuk mewartakan kemuliaan dewa.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ Egyptian Ministry of Antiquities

Kaum Tuthmosid dari Dinasti ke-18 (1550-1307 SM) mencurahkan kekayaan mereka di Thebes dan menjadikan ibu kota Mesir sebagai kota paling megah di Mesir. Pekerjaan berlanjut di Kuil Karnak, tetapi kuil dan monumen lain juga meningkat. Sebagian besar monumen terbesar di Thebes kuno dibangun, direnovasi, atau diperbaiki selama periode ini dari 1550-1069 sebelum masehi (SM) dengan jeda singkat selama Periode Amarna.

Pada masa pemerintahan Akhenaten (awalnya dikenal sebagai Amenhotep IV, 1353-1336 SM), para pendeta Amun di Thebes menjadi begitu berkuasa. Mereka memiliki banyak tanah dan banyak kekayaan daripada kerajaan. Para ahli percaya situasi ini mungkin telah mendorong Amenhotep IV untuk mengadopsi monoteisme dan menyatakan Aten sebagai dewa tertinggi.

Dengan menyangkal keberadaan dewa lain, Akhenaten secara efektif memutus sumber kekayaan dan kekuasaan para pendeta. Penyembahan semua dewa lain kecuali Aten dilarang, ikon suci dan patung dihancurkan, dan kuil Amun ditutup.

Jika motif sebenarnya Akhenaten melakukan reformasi agama adalah untuk menghancurkan para pendeta Amun dan menyerap kekuasaan mereka, maka hal itu berhasil. Sekarang hanya ada satu Tuhan yang benar yang kehendaknya ditafsirkan oleh Akhenaten saja.

Meskipun kepercayaan baru ini berhasil bagi firaun dan keluarga kerajaan, masyarakat Mesir sangat membencinya. Pasalnya pemujaan terhadap banyak dewa tradisional Mesir merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari di seluruh negeri, dan banyak orang, selain para pendeta, yang kehilangan pekerjaan setelah monoteisme Akhenaten menjadi agama di negara tersebut.

Setelah kematian Akhenaten, putranya Tutankhaten artinya gambar hidup Aten, naik takhta dan mengubah namanya menjadi Tutankhamun artinya gambar hidup Amon. Ia memulihkan dewa-dewa lama dan kuil mereka. Ibu kota pun dikembalikan ke Thebes, dan minat baru terhadap proyek pembangunan dimulai. Hal ini dipercaya untuk menebus kesalahan para dewa yang telah diabaikan, yang menghasilkan kuil dan tempat pemujaan yang lebih megah.

Pada masa Periode Ramessid mereka memerintah Thebes sebagai firaun dan penguasa sebenarnya di Avaris tidak bisa berbuat apa-apa. Kota ini mengalami kemunduran selama Periode Menengah Ketiga namun tetap mengesankan.

Pemujaan yang berkelanjutan terhadap Amun yang populer dan keindahan kota yang legendaris menjamin Thebes mendapat tempat istimewa di hati orang Mesir. Firaun Nubia Tatanami menjadikan Thebes sebagai ibu kotanya pada abad ke-7 SM, menghubungkan dirinya dengan kejayaan masa lalu, namun pemerintahannya hanya berumur pendek.

Raja Asiria, Ashurbanipal, menginvasi Mesir pada 667 SM dan kedua kalinya pada 666 SM, menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai sebelumnya. Ia juga menjarah Thebes, mengusir Tatanami dari Mesir dan meninggalkan kota dalam reruntuhan. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.