Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Promosi, Batik Sekar Buen Berpotensi Menjadi Batik Khas IKN

📅 Minggu, 12 Mei 2024, 22:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Promosi, Batik Sekar Buen Berpotensi Menjadi Batik Khas IKN Doc: Antara/ M Ghofar
Ket. Dari kiri: Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Kepala Dinas Pariwisata PPU, dan Sekretaris Desa Bangun Mulya, di Galeri Batik Sekar Buen.

Penajam Paser Utara - Batik Sekar Buen produksi Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), berpotensi besar menjadi batik khas IKN, karena secara kualitas, motif, dan harga mampu bersaing dengan produk luar daerah.

"Kualitas, corak, dan motifnya bagus sehingga batik ini bisa menjadi oleh-oleh khas bagi siapapun yang berkunjung ke IKN dan sekitarnya," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ririn Sari Dewi saat mengunjungi Sentra Batik Sekar Buen di Waru, Kaltim, Jumat (10/5).

Ririn berharap melalui rombongan wartawan dan para konten kreator peserta Familiarization Trip (Famtrip) Paradise of The East yang ia boyong dari Samarinda ke sentra batik ini, bisa membantu mempromosikan ke segala penjuru tentang mutu dan keunggulan, meskipun saat ini Batik Sekar Buen sudah banyak peminatnya.

Ke depan juga diharapkan bisa memasarkan lebih luas lagi agar diketahui banyak orang, misalnya dengan berkolaborasi dengan pihak terkait maupun swasta seperti dengan memasang, spanduk, bener dan model lain sebagai iklan agar memiliki jangkauan lebih luas.

Sementara Yuni Nurhayati Aka, pengelola Batik Sekar Buen yang juga Sekretaris Desa Bangun Mulya mengatakan, Batik Sekar Buen memiliki banyak peluang bagi orang-orang produktif seperti warga Bangun Mulya, karena mulai tahun ini akan banyak warga yang tinggal di IKN.

Ini karena batik yang diproduksi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini memiliki ciri khas dan motif tersendiri ketimbang batik daerah lain, seperti motif rusa sumbar yang menjadi ikon Kabupaten PPU.

"Banyaknya motif yang diproduksi, karena dari berbagai perajin batik yang selalu berinovasi. Tidak hanya monoton motif rusa sambar, tetapi ada motif tanduk rusa, bunga, mangrove, fauna khas Kalimantan yaitu burung enggang, dan masih banyak lagi," Kata Yuni.

Batik Sekar Buen sudah memiliki pangsa pasar dan banyak peminat baik secara perorangan maupun kelompok seperti pemesan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Perpustakaan dan Arsip, bahkan ada juga dari guru-guru SMP di PPU.

"Produknya pun tidak hanya untuk lokal dan nasional, tapi juga sudah diekspor ke sejumlah negara. Jumlah perajin di sini hanya 12 yang aktif, tetapi jika banyak yang memesan maka akan ditarik sembilan perajin lain untuk membantu, sehingga kami tetap bisa melayani permintaan pelanggan," katanya.

Untuk harga, katanya, tentu berbeda tiap lembar, seperti untuk batik tulis dijual mulai harga Rp250 ribu untuk batik biasa hingga Rp2,6 juta untuk batik prada atau batik emas.

"Harga batik tulis lebih mahal dari yang lain karena pembuatannya lebih khusus dan membutuhkan waktu cukup lama hingga 1-3 minggu, tergantung pada tingkat kesulitan. Batik yang dibuat pun sudah dilakukan kerja sama dengan desainer dari luar untuk menciptakan motif yang baik dan unik," katanya.

Kemudian untuk mendukung program pemerintah dalam transaksi digital atau pembayaran non-tunai, pihaknya sudah menggunakan QRIS, sehingga bisa mempermudah pelanggan untuk membeli, karena penggunaan QRIS sudah menjadi gaya hidup.

Ia menuturkan, para perajin batik ini awalnya memulai memproduksi batik dengan menumpang di Kantor Desa Bangun Mulya, kemudian secara perlahan dibangun rumah produksi dengan nama "Galeri Sekar Buen Batik Tulis Kontemporer" sehingga mereka bisa lebih leluasa karena memiliki tempat sendiri.

"Keberadaan galeri batik ini diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan terutama bagi warga setempat dan tentu menjadi kampung wisata batik, karena batik di sini mempunyai corak dan khas yang tidak dimiliki kampung lain," kata Andi Wati, Kepala Dinas Pariwisata PPU yang hadir di kunjungan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.