Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemelajar BIPA Harapkan Kelas Khusus Sastra untuk Permudah Pelajari Bahasa Indonesia

📅 Minggu, 12 Mei 2024, 18:51 WIB | Oleh:
Pemelajar BIPA Harapkan Kelas Khusus Sastra untuk Permudah Pelajari Bahasa Indonesia Doc: istimewa
Ket. Pegiat sastra bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Devi Virhana (tengah) bersama para pemelajar BIPA asal Mesir.

JAKARTA - Para pemelajar bahasa Indonesia dari negara lain berharap semakin banyak kelas-kelas yang mengajarkan bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, mereka juga mengharapkan adanya pengajar sastra agar mempermudah mempelajari bahasa Indonesia.

"Ya, Saya sudah membaca curhatan teman-teman Saya di Mesir, sastra memang sangat penting bagi pengajaran bahasa Indonesia," ujar pegiat sastra bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Devi Virhana, kepada Koran Jakarta, Minggu (12/5).

Dia menambahkan, pemelajar BIPA juga berharap ada kelas sastra khusus, setara dengan pengajaran bahasa. Dengan demikian dapat meningkatkan bakat mereka dalam menulis dan membaca puisi, pantun, bercerita, bermusikalisasi puisi, dan bakat lainnya.

Devi mengungkapkan salah satu metode yang kerap ia gunakan yaitu "Fun Class" dengan tidak berfokus pada teori-teori saja. Dia memberikan peluang bagi siswa BIPA untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang ada dalam sastra dan menjadikan mereka lebih kreatif dan eksploratif.

"Jika tidak ada kelas khusus untuk sastra, belajar bahasa akan sangat membosankan, alhamdulillah selama ini mereka aktif berlatih, mau mencoba, tiba-tiba masuk final dan juara," jelasnya.

Minat Mengajar

Devi yang telah mengenalkan bahasa Indonesia ke 15 negara ini menyatakan, tidak sedikit pemelajar BIPA Mesir yang sudah fasih untuk menjadi guru di negaranya. Mereka berharap agar pemerintah Indonesia menghimpun warga asing yang bisa berbahasa Indonesia untuk menjadi guru di negaranya untuk membantu penyebaran bahasa Indonesia.

"Tidak hanya orang Indonesia tetapi pemerintah Indonesia harus memberdayakan orang asing yang fasih berbahasa Indonesia untuk menjadi guru bahasa Indonesia dan membantu pengembangan bakat murid-murid lainnya," ucapnya.

Dia mencontohkan, pemelajar BIPA asal Mesir, Marawan, juara 1 lomba reportase tingkat dunia 2023 lalu, siap menjadi guru bahasa Indonesia atau mengajarkan ilmu reportase bagi murid-murid yang ingin berkecimpung di dunia reporter. Ada juga Sara Mustafa, yang siap menjadi guru teater dan guru bermain peran bagi murid-murid Mesir.

"Saya pikir mereka yang sudah punya bakat reporter, berpuisi, bercerita, musikalisasi puisi dan lainnya perlu didukung untuk menjadi pegiat sastra, pegiat seni di negaranya, membuat konten-konten kreatif, sebagai bukti bahwa bahasa Indonesia telah diaplikasikan dalam bentuk karya nyata jadi tidak hanya di kelas saja," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.