Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ukraina Yakin Dapat Hentikan Russia setelah Terima Senjata Baru

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Ukraina Yakin Dapat Hentikan Russia setelah Terima Senjata Baru Doc: AFP/GINTS IVUSKANS
Ket. Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina

ISTANBUL - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan negaranya dapat menghentikan serangan Russia di timur saat ini setelah negara tersebut menerima pengiriman senjata baru yang disediakan oleh Barat.

"Dengan peningkatan pasokan senjata, kami akan mampu menghentikan mereka (Russia) di wilayah timur. Mereka memiliki inisiatif di sana sekarang. Ini bukan rahasia," kata Zelenskyy dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, di Kiev, Kamis (9/5). "Kita perlu menghentikan mereka dan mengambil inisiatif sendiri. Hal ini hanya dapat dilakukan jika Anda memiliki sesuatu yang kuat di tangan Anda," tambahnya.

Seperti dikutip dari Antara, Zelenskyy menyatakan Kiev akan mampu menghentikan inisiatif Russia di garis depan di Ukraina timur segera setelah negara itu menerima pengiriman senjata, yang menurutnya saat ini tidak berada pada tingkat yang mereka harapkan. Moskwa sebaliknya telah menambah pasukannya di utara dan timur negara itu.

Pada bulan lalu, Presiden AS, Joe Biden, menandatangani rancangan undang-undang bantuan senilai 60,8 miliar dollar AS (975 triliun rupiah) ke Ukraina menjadi undang-undang ketika negara itu terus melawan Moskwa di tengah perang Russia-Ukraina yang sudah berlangsung sejak Februari 2022.

Pulihkan Perdamaian

Zelenskyy menyinggung KTT Perdamaian Global yang akan datang di Swiss, pada Juni, dengan mengatakan KTT itu penting karena jika hukum internasional dan mayoritas dunia berhasil untuk Ukraina, mereka akan mampu berupaya untuk memulihkan perdamaian bagi semua orang.

"Itulah sebabnya (Presiden Russia Vladimir) Putin mencoba untuk mengganggunya - dia akan melakukannya dengan mencoba meningkatkan tekanan di garis depan, memulai tindakan serangan baru, dan dengan berbagai manipulasi dalam politik, dan dengan upaya untuk memecah belah masyarakat internasional," ujarnya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan Putin "sangat takut" dengan pertemuan puncak itu dan kemungkinan mayoritas dunia akan mulai memaksa Russia untuk berdamai. "Itulah mengapa kita memerlukan posisi yang jelas dari setiap negara, setiap pemimpin, setiap organisasi internasional mengenai partisipasi dalam KTT Perdamaian, mengenai dukungan terhadap upaya pembangunan perdamaian bersama kita," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.