Pemkab Buleleng Targetkan Penurunan Stunting Menjadi 5,2 Persen

Rabu, 08 Mei 2024, 00:14 WIB

Buleleng - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali menargetkan penurunan angka stuntingatautengkesdi kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut dari angka 6,2 persen pada 2023 hingga 5,2 persen pada 2024.

"Angka stunting di Kabupaten Buleleng empat menyentuh angka 11 persen pada 2022, selanjutnyadengan upaya signifikan dari semua komponen akhirnya terus menurun drastis," kata Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa pada Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang turut dihadiriPerwakilan BKKBN Provinsi Bali dan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Buleleng bertempat di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Selasa.

Ket. Foto: Sekda Buleleng Gede Suyasa (ketiga dari kanan) berfoto bersama dengan peserta jajaran Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat IV Pemkab Buleleng, Selasa (7/5/2024). — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfosanti Buleleng

Stunting merupakan urusan kesehatan yang esensial dan berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan daerah.

Untuk penangananjuga perlu melibatkan banyak pihak dan banyak aspek secara berkelanjutan seperti aspek kesehatan, aspek keluarga maupun aspek perilaku, artinya intervensi perlu dilakukan secara terpadu dan butuh komitmen kuat dari semua stakeholder.

"Hari ini seluruh stakeholder kita hadirkan dengan tujuan agar dapat menyamakan persepsi, membuat rencana kerja serta rencana aksi yang lebih cepat dan terukur yang salah satu membantu peningkatan gizi," ujarnya.

Suyasa juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan harapan dan keyakinan bahwa buleleng mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas serta berdaya saing. Sehingga target pravelensi stunting dari provinsi bisa dicapai.

"Dengan aksi nyata yang kita lakukan, salah satunya dengan memaksimalkan kehadiran bayi ke posyandu dan peningkatan gizi yang optimal, kami optimistarget itu bisa dicapai," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Debby Marta Legi mengatakan melihat dari hasil Studi Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Bali menjadi Provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia yaitu sebesar 7,2 persen. Sedangkan, di Buleleng juga telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan penurunan prevalensi stunting signifikan sejak 2022 lalu.

Pihaknya menekankan untuk dapat mencapai ini, harus diupayakan dengan maksimal. Pemerintah daerah harus mampu memprioritaskan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan cakupan pelayanan.

Adapun cakupan pelayanan diharapkan menyasar kelompok sasaran percepatan penurunan stunting yang meliputi sasaran super prioritas adalah ibu hamil dan anak usia 0-24 bulan/bawah dua tahun (Baduta) dan sasaran prioritas adalah calon pengantin.

Oleh sebab itu, dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting dibutuhkan pendekatan intervensi yang komprehensif melalui program SIDAK (Seleksi, Dampingi dan Aksi) .

Dia mengharapkan kepada seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng harus selalu bergerak cepat dan terus meningkatkan koordinasi dan pemantauan kepada seluruh OPD, lintas sektor terkait serta pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program kegiatan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.