Pola Tidur Sehat Pangkas Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Sabtu, 04 Mei 2024, 15:04 WIBMemiliki pola tidur yang sehat dapat membantu kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa jika diikuti secara konsisten, pola tidur yang sehat dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan stroke di kalangan usia paruh baya dan orang dewasa yang lebih tua, terlepas dari kecenderungan genetik mereka untuk kondisi tersebut.
Penyakit kardiovaskular (CVD) tetap menjadi masalah kesehatan global yang utama, yang berkontribusi secara signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Data statistik terbaru tahun ini dari American Heart Association mengungkapkan bahwa hampir setengah dari populasi Amerika Serikat memiliki beberapa bentuk penyakit kardiovaskular, yang meliputi kondisi seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
"Karena beban CVD terus meningkat di hampir semua negara, mengidentifikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan CVD menjadi sangat penting," tulis para peneliti dalam studi terbaru yang dipublikasikan di Jama Network, dikutip dari Medical Daily, Kamis (2/5).
Untuk penelitian ini, para peneliti mengumpulkan data dari 15.306 peserta antara tahun 2008 dan 2018, saat mereka menjadi bagian dari kelompok Dongfeng-Tongji, sebuah penelitian prospektif yang sedang berlangsung di Shiyan, Cina. Mereka menemukan bahwa 36% dari partisipan memiliki pola tidur yang kurang baik secara konsisten, sementara 26% memiliki pola tidur yang baik secara konsisten.
Setelah masa tindak lanjut rata-rata hampir 5 tahun, 3.669 partisipan mengalami penyakit kardiovaskular, yang meliputi 2.986 kasus penyakit jantung koroner dan 683 kasus stroke. Analisis menunjukkan bahwa partisipan yang mempertahankan pola tidur yang sehat secara konsisten memiliki penurunan risiko yang signifikan untuk terkena penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, dan stroke dibandingkan dengan partisipan yang memiliki pola tidur yang kurang baik secara konsisten. Temuan yang menarik adalah bahwa risiko genetik untuk penyakit kardiovaskular tidak mengubah hubungan ini.
"Dalam studi kohort ini, pola tidur yang baik secara terus-menerus selama 5 tahun dikaitkan dengan risiko yang secara signifikan lebih rendah dari hasil CVD selama 5 tahun berikutnya. Untuk individu dengan risiko genetik yang lebih tinggi, mereka yang memiliki pola tidur yang baik secara terus-menerus memiliki risiko PJK dan stroke yang lebih rendah. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertahankan pola tidur yang baik dari waktu ke waktu," tulis para peneliti.
Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Durasi tidur dihitung berdasarkan dua pertanyaan tentang waktu tidur dan waktu bangun tidur, dan mungkin terlalu tinggi karena tidak membedakan antara waktu yang dihabiskan di tempat tidur dan waktu tidur yang sebenarnya. Selain itu, para peneliti tidak mengumpulkan data tentang gangguan tidur, seperti sleep apnea, dan depresi, yang dapat mempengaruhi temuan. Selain itu, karena partisipan adalah pensiunan Cina paruh baya dan lebih tua, hasilnya mungkin tidak berlaku untuk populasi yang lebih luas.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.