Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Banyumas Targetkan Luas Tanam Kedelai Capai 2.000 Ha

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 08:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Banyumas Targetkan Luas Tanam Kedelai Capai 2.000 Ha Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan-KP) Kabupaten Banyumas Jaka Budi Santosa.

PURWOKERTO - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan-KP) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menargetkan luas tanam kedelai mencapai 2.000 hektare pada musim kemarau 2024.

"Kedelai ini memang ditanamsaat musimsadon (gadu/kemarau, red.), setelah tanam kedua," kata Kepala Dinpertan-KP Kabupaten Banyumas Jaka Budi Santosa di Purwokerto, Banyumas, Sabtu (4/5).

Kendati demikian, dia mengakui sebagian petani yang biasa menanam kedelai di daerah-daerah tertentu, terkadang masih melihat kondisi cuaca untuk memastikan apakah masih ada potensi hujan atau sudah tidak ada hujan.

Jika sudah tidak ada hujan, kata dia, petani berusaha memastikan apakan ada saluran irigasi yang bisa menjamin ketersediaan air hingga tanaman kedelai tersebut dapat dipanen.

"Oleh karena itu, luas tanam kedelai di Banyumas yang selama ini 2.000 hektare, harapan saya pada musim sadon ini bisa mencapai 2.000 hektare lagi dengan produktivitas berkisar 1,5 ton hingga 1,7 ton per hektare," katanya.

Terkait dengan disparitas harga kedelai lokal dengan kedelai impor yang cukup tinggi, dia mengatakan hal itu disebabkan penanaman kedelai lokal hanya dilakukan di daerah-daerah tertentu dan petani sering kali ragu untuk menanam komoditas tersebut ketika terjadi anomali cuaca.

Selain itu, kata dia, produktivitas kedelai di Banyumas maupun daerah-daerah lain di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di Amerika Latin seperti Brazil dan Argentina.

"Dengan demikian petani kita yang menanam kedelai sedikit dan luas tanammenjadi sedikit. Di samping itu, kultur budaya petani kita belum biasa menanam kedelai terus-menerus tiap tahun, sehingga produksi kedelai di Banyumas ini tidak bisa memenuhi kebutuhan kedelai masyarakat Banyumas," katanya.

Ia mengaku bersyukur karena harga kedelai lokal lebih tinggi dari kedelai impor yang selama ini digunakan perajin tempe dan tahu.

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa konsumen atau masyarakat Indonesia sudah bisa menghargai kualitas kedelai lokal, sehingga harganya di atas kedelai impor.

"Kedelai kita itu 'kan lebih enak, yang GMO (Genetically Modified Organism) ya," kata Jaka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.