Sektor Hulu Perlu Diperkuat

Kamis, 02 Mei 2024, 08:23 WIB

JAKARTA - Pemerintah mendorong agar ekosistem pangan semakin kuat, terutama di sisi hulu. Penguatan sektor produksi menentukan masa depan pangan di dalam negeri, mengingat sektor hulu mengutamakan kesejahteraan petani.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan pihaknya bertugas untuk menjaga di dua sisi, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga terdapat keberlanjutan pertumbuhan ekosistem ketahanan pangan nasional.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Pada sisi hulu dengan mengutamakan kesejahteraan petani, sedangkan di sisi hilir dengan menjaga inflasi melalui bantuan pangan kepada masyarakat bersama Bulog," ucap Arief dalam Diskusi Forum BUMN di Jakarta, Selasa (30/4).

Untuk mewujudkan masa depan pangan yang Berdikari (mandiri), terangnya, bertumpu pada upaya peningkatan produksi pangan. Karena itu, pemenuhan produksi pangan dalam negeri menjadi keniscayaan dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berbasis pada kemandirian dan kedaulatan pangan.

Dia mengatakan yang diperlukan saat ini adalah mental-mental Berdikari. Karena itu, produk-produk yang dihasilkan di dalam negeri harus terus ditingkatkan.

Oleh karena itu, untuk membangun ketahanan pangan kuat, Arief menekankan sinergitas bersama stakeholder terkait merupakan keharusan dalam membangun ekosistem pangan nasional.

"Pangan itu memang tidak bisa dikelola hanya oleh satu kementerian atau lembaga dan tanpa dukungan sinergitas serta kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk bersama pemerintah daerah," ungkap Arief.

Arief melanjutkan salah satu contoh konkret adanya sinergitas Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait adalah dengan mempersiapkan cadangan pangan pemerintah yang diamanatkan dalam Perpres 125 Tahun 2022. Dalam beleid itu, beras, jagung, dan kedelai telah menjadi tugas dan kewenangan Bulog untuk dikelola, sementara komoditas pangan lain diserahkan kepada ID Food beserta anak perusahaannya bersama dengan PTPN.

"Kita harus bangun ekosistem mulai dari produksi, input, kemudian teknologi pascapanen, penyimpanan sampai distribusi bahkan hingga outlet. Bicara pangan tidak boleh parsial, tapi harus end to end," tambahnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi , mengatakan untuk mencapai pangan berdikari diperlukan huluisasi dan hilirisasi.

"Huluisasi, contohnya dengan pendampingan sistematis untuk petani," sebutnya.

Untungkan Petani

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan penguatan hulu itu harus menyejahterakan petani sebagai produsen pangan. Karena itu, dalam penyerapan panen pemerintah harus membeli dengan harga yang menguntungkan petani.

"Pembelian dengan harga yang rendah dan tidak menguntungkan akan menjadikan tidak optimalnya penyerapan. Makanya, SPI mengusulkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) itu angka 7.000 rupiah per kilogram (kg)," tegas Qomar.

Dia menekankan pemerintah harus menjadikan hasil panen petani sebagai prioritas untuk pemenuhan cadangan pangan nasional. Hal itu menjadi tahapan penting untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang menjadi amanat UU pangan.

"Namun kembali lagi kepada harga tadi, kalau harga tidak menguntungkan, tentu saja petani enggan menjual hasil produksinya ke Bulog yang bisa mengancam cadangan pemerintah," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.