- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Diduga Pasang Ranjau...
Korut Diduga Pasang Ranjau di Zona Demiliterisasi
Selasa, 30 Apr 2024, 02:45 WIBSEOUL - Korea Utara (Korut) diduga telah memasang ranjau darat di sepanjang jalan inter-Korea di dalam zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan dua Korea, kata pejabat militer Korea Selatan (Korsel) seperti dikutip kantor beritaYonhap, Senin (29/4).
"Militer Korsel mendapati Korut memasang ranjau-ranjau di jalan tak beraspal di dalam DMZ pada akhir tahun lalu di dekat Bukit Arrowhead di Cheorwon, 85 kilometer timur laut Seoul," kata pejabat tersebut.
Jalur tersebut dibuat berdasarkan perjanjian militer antar-Korea pada 2018 untuk menghubungkan Korsel dan Korut dalam upaya bersama menggali sisa-sisa orang yang tewas di dekat bukit tersebut selama perang Korea tahun 1950-1953.
Ketika ditanya tentang apa yang melandasi tindakan Korut, Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel menyatakan bahwa Korut telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan tindakan militer, yang dihentikan berdasarkan perjanjian tahun 2018, setelah membatalkannya pada November lalu di tengah meningkatnya ketegangan hubungan.
Juru bicara JCS, Kolonel Lee Sung-jun, mengatakan pada pengarahan pers rutin bahwa militer Korsel mengambil tindakan yang diperlukan, namun mengesampingkan pemasangan ranjau di jalan tersebut sebagai langkah yang proporsional.
Penghapusan Kebijakan
Sejak membatalkan perjanjian yang dirancang untuk mengurangi ketegangan militer, Korut telah memasang ranjau di semua jalan yang menghubungkan kedua Korea yang pernah dianggap sebagai simbol rekonsiliasi dan kerjasama antar kedua negara, menurut kantor beritaYonhap.
Pada Januari, pasukan Korut terlihat memasang ranjau di dua jalan antar-Korea, yaitu jalan Gyeongui di antara kota Paju di perbatasan barat Korsel, jalan Kaesong dan Dohhae di sepanjang pesisir timur.
Militer Korsel pada Maret juga mendeteksi Korut mematikan puluhan lampu di sepanjang kedua jalan tersebut. Korut juga terlihat membangun kembali pos-pos penjagaan di DMZ yang telah dibongkar berdasarkan kesepakatan kedua negara.
Korsel telah mengambil langkah-langkah untuk mendirikan kembali pos-pos penjagaan yang telah hancur, namun Lee menolak menjelaskan lebih lanjut, dengan alasan kemungkinan risiko terhadap keselamatan pasukan.
Pada Desember 2023, pemimpin Korut, Kim Jong-un, menyerukan penghapusan kebijakan yang telah berlangsung puluhan tahun yang mengupayakan unifikasi dengan Korsel dan mendefinisikan hubungan mereka sebagai dua negara yang saling bermusuhan.
Pada Januari, Kim Jong-un memberikan instruksi untuk mengambil tindakan ketat untuk memblokir semua saluran komunikasi antar-Korea di sepanjang perbatasan, seperti memutus jalur darat Gyeongui ke tingkat yang tidak dapat diperbaiki lagi. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
WNI Bikin Ulah di Jepang, Menteri Karding Bantah Kabar Tokyo Blacklist Pekerja Indonesia
-
Binus Bentuk Generasi Berdaya Saing Global Lewat Kolaborasi dengan Universitas Mitra di Asia
-
Tak Ada Lagi Siaran K-pop, Korsel Mulai Singkirkan Pengeras Suara Anti-Korut di Sepanjang Perbatasan
-
Pangkas Birokrasi Perizinan, Pemkab Bekasi Luncurkan Aplikasi BOSS
-
Jonatan Christie Comeback Gemilang! Lolos ke Perempat Final Hylo Open 2025
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
-
Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.