Ini yang Dilakukan Pemprov Banten untuk Mengendalikan Inflasi

Selasa, 30 Apr 2024, 00:13 WIB

Serang - Pemerintah Provinsi Banten memperkuat ketahanan pangan dalam rangka pengendalian inflasi yang di daerah itu masih dipengaruhi harga komoditas pangan.

"Harus terus dikendalikan karena mempengaruhi aktivitas perekonomian masyarakat. Inflasi di Provinsi Banten masih dipengaruhi oleh harga pangan kebutuhan pokok," kataPelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojantisetelah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi di Pendopo Gubernur Banten di Serang, Senin.

Ia mengatakan inflasi Provinsi Banten tahun ke tahun pada April 2024 di angka 3,4 persen.

Ia menyebut harga gula dan bawang merah di daerah setempat masih tinggi, termasuk secara nasional. Produksi bawang merah Provinsi Banten masih terbatas, sedangkan di daerah penghasil bawang merah terjadi pergeseran tanam.

Pemprov Banten menjajaki menjalin kerja sama antardaerah penghasil bawang merah lainnya untuk memasok kebutuhan bawang merah di daerah itu.

Selain itu, menjalin kerja sama bisnis melalui PT Agro Bisnis Mandiri (ABM), BUMD Pemprov Banten dengan kelompok tani bawang merah.

Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) mingguan 20 komoditas pangan, di Provinsi Banten terjadi penurunan -1,47. Seperti di tingkat nasional, harga gula dan bawang merah masih menjadi penyumbang utama angka inflasi di Provinsi Banten.

"Dibanding dengan periode bulan Maret kemarin jauh lebih baik, sudah mengalami penurunan," ujarnya setelah rapat secara virtual itu yang dipimpin Mendagri M Tito Karnavian.

Virgojantimengatakan pada 2025, ketahanan pangan masih menjadi prioritas Pemprov Banten.

Tujuannya, katanya, sebagai bagian pengendalian inflasi dan mengurangi ketergantungan impor.

Dalam arahannya, Mendagri M Tito Karnavian menekankan untuk menggerakkan semua pihak pada komoditas bawang merah dan cabai yang relatif menanjak.

Meskipun inflasi tahun ke tahun secara nasional di angka 3,05 persen, ia mengatakan bahwa harus waspada pergerakan angka inflasi melalui tren pergerakan indeks perkembangan harga mingguan.

"Kerja-kerja para bupati dan wali kota, akumulasi ke provinsi," katanya.

Menurut dia, komoditas yang perlu menjadi perhatian, yakni bawang merah, daging ayam ras, daging.sapi, telur ayam ras, dan gula pasir, sedangkan beras ada tren penurunan harga tetapi masih di harga eceran tertinggi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.