- Home
-
- Luar Negeri
-
- WHO: Negara-negara Diminta...
WHO: Negara-negara Diminta Tetap Waspadai Risiko Flu Burung
Senin, 29 Apr 2024, 00:00 WIBJENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO), pada Jumat (26/4), mengatakan risiko kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh virus flu burung H5N1 secara keseluruhan rendah, namun mendesak negara-negara untuk tetap waspada terhadap kasus penularan dari hewan ke manusia.
Badan PBB tersebut mengatakan negara-negara harus menerapkan langkah-langkah dan prosedur pengendalian infeksi untuk mengurangi paparan manusia terhadap burung dan mamalia yang berpotensi terinfeksi flu burung atau virus influenza hewan lainnya.
Dikutip dari The Straits Times, WHO sangat menyarankan agar masyarakat hanya mengonsumsi susu pasteurisasi, yang telah membunuh bakteri dan virus, dan menghindari mengonsumsi susu mentah. "Virus ini telah terdeteksi dalam susu dan potensi perannya dalam penularan sedang diselidiki," tambah badan tersebut.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA) mengatakan pada Kamis malam, satu dari lima sampel susu komersial yang diuji dalam survei nasional mengandung partikel virus H5N1, menunjukkan wabah ini lebih luas di negara tersebut dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Para pejabat AS telah memperkuat langkah-langkah untuk membendung wabah pertama virus H5N1 yang diketahui terjadi pada sapi perah, yang kini telah menyebar ke 33 peternakan di delapan negara bagian.
Terus Menyebar
Sementara itu, Colorado, pada hari Jumat, menjadi negara bagian AS kesembilan yang melaporkan kawanan sapi perah yang terinfeksi flu burung ketika anggota parlemen federal mendesak pemerintahan Biden untuk lebih membendung penyebaran virus dan tes terhadap susu menunjukkan bahwa wabah itu lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Departemen Pertanian AS mengonfirmasi, sapi perah di Colorado dinyatakan positif, menyusul infeksi sebelumnya di Texas, Kansas, Michigan, Ohio, Idaho, New Mexico, North Carolina, dan South Dakota.
Seorang pekerja pertanian di Texas, dipastikan mengidap flu burung dan menderita konjungtivitis dalam wabah saat ini setelah terpapar pada sapi perah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO mengatakan risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan saat ini rendah, namun lebih tinggi bagi mereka yang terpapar hewan yang terinfeksi.
Dorongan anggota Kongres untuk memberikan tanggapan yang lebih kuat menambah tekanan pada otoritas pertanian dan kesehatan federal yang masih berusaha memastikan bagaimana virus H5N1 menyebar dan potensi risikonya terhadap manusia, satu bulan setelah deteksi pertama di peternakan sapi perah di Texas.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai
-
Cegah Karhutla Masyarakat Orang Rimba Jadi Garda Terdepan di Jambi
-
Promo Tol Makassar 2026: Cashback 50% dan Transaksi Nontunai via NITA & Bayarind
-
Menkomdigi: TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak
-
Pemkab Barito Kuala Dorong Hilirisasi Nanas sebagai Komoditas Unggulan
-
Bappissus Hentikan Sementara Ribuan SPPG
-
Microchip Luncurkan Solusi SiP Canggih untuk Dashboard Digital Otomotif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.