Thailand Dorong Asean Berperan Lebih Aktif

Senin, 29 Apr 2024, 02:55 WIB

BANGKOK - Thailand pada Jumat (26/4) mendesak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Asean untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam menyelesaikan krisis di Myanmar yang berada di bawah pemerintahan militer.

Desakan itu dilontarkan setelah krisis tersebut menyebabkan pertempuran berlarut-larut di dekat perbatasan Thailand-Myanmar, mengganggu perdagangan dan menyebabkan masuknya sejumlah pengungsi dalam waktu singkat.

Ket. Foto: Jubir Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura — Sumber: istimewa

Myanmar terjerat konflik internal antara militer di satu sisi dan di sisi lain, aliansi tentara etnis minoritas dan gerakan perlawanan yang muncul sebagai respons terhadap tindakan keras junta terhadap perbedaan pendapat setelah kudeta 2021.

Pada 2021, Asean menyusun rencana perdamaian yang disetujui oleh para jenderal Myanmar. Namun, hanya sebagian kecil dari rencana itu yang terlaksana, sehingga menimbulkan keretakan di dalam blok tersebut dan memicu kekecewaan di kalangan anggota yang paling berpengaruh.

"Kami ingin melihat Asean yang lebih proaktif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura. "Kami telah berdiskusi dengan Laos, sebagai ketua Asean dan Myanmar mengenai situasi ini," imbuh dia.

Pada 11 April, para kombatan perlawanan Myanmar dan pemberontak dari kelompok etnis minoritas merebut kota perdagangan utama Myawaddy di perbatasan Myanmar dengan Thailand. Kejadian tersebut merupakan pukulan bagi militer yang memiliki peralatan lengkap dan tengah berjuang untuk mempertahankan kendali serta menghadapi tantangan dalam mempertahankan kredibilitasnya di medan perang.

Setelah serangan balasan oleh tentara pemerintah, pemberontak menarik pasukannya, dan pertempuran mereda. Pada 20 April, sekitar 3.000 orang melarikan diri melintasi perbatasan. Namun hampir semua dari mereka kecuali 100 orang telah kembali, menurut pernyataan dari Thailand.

"Konflik antara oposisi dan militer bergeser ke wilayah Myawaddy, yang lokasinya sangat dekat dengan Thailand, dan masih ada banyak yang harus dilakukan oleh Asean," tutur Nikorndej.

Usulkan Pertemuan

Pekan lalu, Thailand mengusulkan pertemuan Asean untuk membahas masalah itu. Pertemuan tersebut diusulkan akan melibatkan Laos dan Indonesia, yang sebelumnya telah berusaha untuk melibatkan junta Myanmar saat menjabat sebagai ketua Asean tahun lalu. Selain itu, Thailand juga mengusulkan partisipasi Malaysia, yang akan menjadi calon ketua Asean pada 2025.

Berdasarkan rencana perdamaian Myanmar 2021, ketua Asean menunjuk utusan khusus yang bertugas memajukan proses tersebut. Namun, Laos sebagai Ketua Asean saat ini tidak banyak membicarakan aktivitas utusannya di depan umum.

Sementara itu militer Myanmar yang menghadapi tantangan terbesarnya sejak mengambil alih pemerintahan Myanmar pada 1962, terlibat dalam berbagai konflik berintensitas rendah. Mereka pun menolak untuk berdialog dengan lawannya, bahkan menyebut mereka sebagai teroris. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.