BNPB Laporkan 110 Rumah Rusak dan 75 KK Terdampak Akibat Gempa Garut
Minggu, 28 Apr 2024, 17:38 WIBJAKARTA - Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan sebanyak 110 unit rumah rusak dan 75 kepala keluarga (KK) terdampak usai gempa berkekuatan magnitudo 6,2 melanda wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat.
"Hingga hari ini pukul 14.00 WIB, total rumah yang terdampak mencapai 110 unit dari yang sebelumnya hanya 27 unit," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam rilis yang disiarkan oleh BNPB di Jakarta, Minggu.
Dia menjelaskan, jumlah bangunan maupun korban jiwa tersebut telah bertambah dari laporan awal yang disampaikan oleh BNPB.
Dari jumlah tersebut, kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Garut sebanyak 41 unit rumah, Kabupaten Bandung 24 unit rumah, Kabupaten Sukabumi sebanyak 17 unit rumah, Kabupaten Tasikmalaya tujuh unit rumah, dan Tasikmalaya sebanyak lima unit rumah.
Selain tempat tinggal atau rumah, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu malam itu juga merusakkan fasilitas publik, seperti tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan sarana kesehatan atau rumah sakit.
Setelah upaya tersebut rampung, BPBD Provinsi Jawa Barat bersama kabupaten dan kota akan segera melakukan perbaikan fasilitas umum, pembersihan materiil dampak dari gempa, serta perbaikan rumah warga.
Kendati demikian, BPBD Provinsi Jawa Barat menyebut kondisi saat ini cenderung lebih terkendali pasca gempa terjadi. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Berdasarkan dari laporan BMKG, jika melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa barat atau populer disebut sebagai gempa dalam lempeng (intraslab earthquake). Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Opik
Berita Terkait:
-
Jadwal Event Jakarta April 2026: Lokasi Deep and Extreme Indonesia (DXI) dan Pameran IWA
-
Masuk ke Taman Margasatwa Ragunan Gratis, Pengunjung Cukup Tunjukan KTP DKI Jakarta Saja
-
Sikap China di Dewan Keamanan PBB Terkait Resolusi Selat Hormuz dan Konflik Iran 2026
-
Intip Uniknya Inovasi Imigrasi Banda Aceh: Buka Lapak Dokumen Luar Negeri Lewat Gaya Santai
-
Percepat Transisi Energi, EESA Summit 2026 Jadi Jembatan Kolaborasi RI-Tiongkok
-
Favorit Juara, Timnas Prancis Masih Mencari Bentuk Ideal
-
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran Pengadaan Alutsista Tak Ganggu Struktur APBN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.