- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkot Jaktim Ingatkan War...
Pemkot Jaktim Ingatkan Warga Gencarkan PSN untuk Tekan Kasus DBD
Jumat, 26 Apr 2024, 17:35 WIBJAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengingatkan warga untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD).
"Yang paling utama adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat dengan PHBS. Kedua, melakukan PSN," kata Wakil Wali Kota Jaktim Iin Mutmainah usai bertemu dengan kader Jumantik di Balai RW 04 Kampung Pulo, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat.
Menurut dia peningkatan kasus DBD tidak hanya terjadi di DKI Jakarta, melainkan hampir seluruh daerah di Indonesia.
Menurut dia peningkatan jumlah kasus DBD di Jakarta dan daerah lainnya kemungkinan disebabkan oleh faktor cuaca (pancaroba).
"Kurangnya menjaga kebersihan lingkungan juga salah satu faktor kasus DBD dapat meningkat," kata Iin.
Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan melakukan PSN, yakni dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti serta mendaur ulang berbagai barang yang dapat dijadikan tempat berkembang biakan nyamuk tersebut.
Iin pun tidak secara rinci menjelaskan berapa kasus DBD di Jakarta Timur. Namun, jumlahnya dipastikan meningkat, seperti halnya di Kecamatan Makasar yang jumlahnya mencapai 16 kasus DBD.
Pemkot Jaktim pun akan memberikan penghargaan bagi kepala puskesmas, camat dan lurah yang mampu meredam kasus DBD.
Tak hanya dalam penghargaan, Pemkot Jaktim juga akan mengumumkan wilayah yang memiliki kasus DBD tertinggi.
"Ini harus kita lakukan biar mereka semua termotivasi, untuk mengejar indikator keberhasilan bagaimana di wilayahnya masing-masing, bisa bebas dari DBD dan menurun angka kasus DBD nya," kata Wali Kota Jaktim M Anwar pada Senin (24/4).
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Makasar Dara Pahlarini menyambut baik bila ada perusahaan yang ingin membantu dalam menekan kasus DBD di Jakarta Timur, khususnya di Kecamatan Makasar.
Namun, lanjut dia, bantuan itu tidak dengan cara pengasapan atau fogging secara mandiri lantaran pelaksanaan fogging dinilai tidak efektif dalam memberantas nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus DBD.
"Fogging dilakukan bila di wilayah itu terdapat pasien positif DBD. Bila hanya sekedar fogging mandiri, maka tidak efektif. Maka yang perlu dilakukan adalah PSN," tutur Dara.
- Demam Berdarah Dengue
- Petugas juru pemantau jentik (Jumantik)
- Kasus DBD
- Jakarta Timur
- PHBS
- PSN
- Pemkot Jaktim
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijah 1447 Hijriah Digelar 17 Mei 2026
-
Liga Champions: Arsenal ke Final Usai Taklukkan Atletico Madrid 1-0 di Emirates
-
BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time Cegah Kecelakaan Kereta
-
Presiden Prabowo Subianto Teken Perpres, Potongan Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen
-
Dua Wakil dari Bantul Lolos Seleksi untuk Presiden
-
Ekspor Kerajinan Naik 25%! Kemenperin Gaspol Bina 35 Perajin Bambu di Hulu Sungai Selatan
-
Awas Terjebak, Hindari 4 Jalur "Neraka" di Malang Saat Libur Panjang Pekan Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.