UN Tourism Conference on Women Empowerment in Tourism Jadi Momen Perkuat Kesetaraan Gender
Rabu, 24 Apr 2024, 19:59 WIBJAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan pelaksanaan 2nd UN Tourism Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific di Bali pada 2-4 Mei 2024 menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dan kesetaraan gender di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
Dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Sandiaga mengatakan kesetaraan gender merupakan isu penting yang perlu dikedepankan di berbagai sektor, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terlebih 54,22 persen pekerja parekraf di Indonesia adalah perempuan dan masih menghadapi disparitas yang mencolok, terutama dari segi gaji dan kompensasi.
"Kita harus memberi perempuan kesempatan yang sama. Tidak hanya sebagai partisipan tapi juga sebagai pemimpin," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/4).
Ia mengungkapkan, pertemuan ini nantinya akan menghadirkan pejabat dan tokoh-tokoh perempuan yang berperan besar dalam memajukan industri pariwisata di Indonesia dan di dunia sebagai pembicara. Selain itu, pertemuan ini juga diikuti 200 delegasi dari berbagai negara.
Dalam kesempatan serupa, Sesmenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, menambahkan pertemuan ini dilaksanakan sebagai upaya memenuhi salah satu pilar dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu gender equality atau pengarusutamaan kesetaraan gender.
"Dengan penyelenggaraan konferensi di Indonesia ini juga menunjukkan bahwa Indonesia selaku anggota UN Tourism mengambil peran aktifnya di wilayah Asia Pasifik. Karena ini konferensinya adalah regional di wilayah Asia Pasifik dengan anggota 22 negara dan ada juga beberapa pembicara internasional yang diundang dari luar wilayah Asia Pasifik," katanya.
Sedangkan Kepala Pusbang SDM Parekraf Kemenparekraf,Andar Danova L. Goeltom menuturkan, keterlibatan perempuan di sektor parekraf memegang peranan penting terutama dalam hal inovasi dan kreativitas. Sehingga, perekonomian juga dapat diuntungkan melalui penggunaan lebih baik dari talenta yang tersedia yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan probabilitas di sektor pariwisata.
"Jadi selain itu peserta lebih inklusif dan beragam dapat menarik wisatawan yang lebih luas dan tentunya memperkuat reputasi destinasi pariwisata sebagai ramah dan terbuka untuk semua," ujarnya. mza
Redaktur: Sriyono
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Comeback Gila! Hangtuah Jakarta Bungkam Satya Wacana di Kandang Sendiri
-
BEI Tekan Big Caps Buka Saham: Free Float 15% Bukan Lagi Opsional
-
Kali Cipulir Meluap, Debit Air Meningkat Tajam Sebabkan Banjir
-
Sembahyang Thian umat Tridharma di Gorontalo
-
Kasad Maruli Simanjuntak: Pembangunan Jembatan Simbol Kehadiran Negara
-
BPKN Akan Cek Operator Telekomunikasi Terkait Registrasi Biometrik
-
Telkom Bekali 260 Perempuan UMKM Keterampilan AI untuk Bisnis Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.