Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemen PPPA Pastikan Cuti Melahirkan Berjalan Optimal

📅 Rabu, 24 Apr 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Kemen PPPA Pastikan Cuti Melahirkan Berjalan Optimal Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Dian Ekawati (kanan) dan Psikolog Anak dan Remaja, Mutia Aprilia (tengah), usai acara Media Talk, di Jakarta, Selasa (23/4).

Kemen PPPA memastikan cuti melahirkan dalam RUU Kesehatan Ibu dan Anak pada fase seribu hari pertama kehidupan yang mengatur cuti akan berjalan optimal.

JAKARTA - Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Dian Ekawati, memastikan cuti melahirkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Kesehatan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan akan berjalan optimal. Adapun dalam RUU tersebut mengatur cuti melahirkan tidak hanya bagi istri, tapi juga suami.

"Nanti ada peraturan pemerintah terkait dengan pelaksanaan termasuk pelaksanaan cutinya gitu ya. Nanti ada mekanisme pengawasannya seperti apa, pengajuannya seperti apa, dokumentasi keharusannya seperti apa," ujar Dian usai acara Media Talk, di Jakarta, Selasa (23/4).

Dia menerangkan, jika nanti RUU KIA disahkan, ada waktu dua tahun untuk menyusun aturan turunan dalam bentuk Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah. Nantinya juga akan diatur mekanisme pemberian cuti serta sanksi baik bagi perusahaan maupun individu yang melanggar aturan tersebut.

"Tentu kita juga tidak mau yang mendorong satu undang-undang yang nanti akan berdampak buruk. Tentu namanya undang-undang kita pasti akan ada mengikat terkait dengan sanksi yang diharapkan nanti ke depannya," jelasnya.

Sebagai informasi, RUU KIA menyertakan aturan bahwa seorang ibu yang tengah melewati persalinan berhak mendapat cuti kerja minimal tiga bulan dan bisa diperpanjang hingga tiga bulan berikutnya bila ada surat keterangan dokter. Sedangkan, bagi seorang suami, yang menemani istri melahirkan, berhak mendapat cuti minimal dua hari, atau tambahan tiga hari berikutnya sesuai kesepakatan.

Tingkatkan Produktivitas

Dian mengungkapkan, pentingnya perusahaan memberi cuti melahirkan bagi pekerjanya tidak hanya untuk memastikan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, hal tersebut juga dapat meningkatan produktivitas kerja pegawai.

"Ke depannya revenue-nya diharapkan akan meningkat karena pekerjanya tidak terlalu banyak yang mengambil cuti gitu ya. Maka kesakitan juga menurun dan juga pekerjanya bahagia," katanya.

Psikolog Anak dan Remaja, Mutia Aprilia, mengatakan peran ayah dalam pengasuhan, khususnya terkait perkembangan emosional sangat penting. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan membuat anak dapat menumbuhkan percaya diri, memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi, serta memiliki kecerdasan yang lebih tinggi.

"Jangka panjang, keterlibatan ayah membuat anak kelak mendapatkan pekerjaan yang mapan serta terhindar dari berbagai masalah psikologis dan perilaku berisiko tinggi ketika beranjak dewasa," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.