Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tenaga medis temukan empat balita di Badui berstatus stunting

📅 Selasa, 23 Apr 2024, 16:25 WIB | Oleh:
Tenaga medis temukan empat balita di Badui berstatus stunting Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Anak-anak Badui di Kampung Kadu Ketug Desa Kanekes Kabupaten Lebak tengah bermain, menulis, membaca dan berhitung tanpa dipandu guru.

Rangkasbitung - Tenaga medis menemukan empat anak bawah lima tahun (balita) di pemukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mengalami stunting atau kekerdilan.

"Kami memfokuskan penanganan empat balita stunting dan dua ibu hamil mengalami hipertensi serta berpotensi pendarahan," kata Tika, seorang tenaga medis di Puskesmas Cisimeut Kabupaten Lebak,Selasa.

Penemuan balitastunting dan ibu hamil mengalami hipertensi (darah tinggi) serta berpotensi pendarahan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di Kampung Kadu Ketug Desa Kanekes Kabupaten Lebak.

Di mana Kampung Kadu Ketug adalah merupakan pemukiman masyarakat Adat Badui Luar atau Badui penamping dengan wilayah kerja di bawah tanggung jawab Puskesmas Cisimeut.

Petugas medis untuk pelayanan kesehatan masyarakat pemukiman Badui terdapat sembilan posyandu dengan sembilan bidan itu.

Namun, pemeriksaan kesehatan di Posyandu Kadu Ketug tercatat sebanyak 25 balita dan sembilan ibu hamil.

Dari pemeriksaan kesehatan tersebut, di antaranya empat balita stunting dilakukan rujukan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Begitu juga dua ibu hamil dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, karena mereka mengalami darah tinggi dan berpotensi pendarahan.

"Kami berharap empat kasus balita stunting dan dua ibu hamil yang mengalami darah tinggi serta berpotensi pendarahan bisa normal serta sembuh," katanya menjelaskan.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak, Hj Tuti Nurasiah mengatakan pemerintah daerah pekan depan menggelar gebyar terpadu stunting dan penanganan inflasi serta kemiskinan ekstrem dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam gebyar terpadu itu, kata Tuti, selain memberikan edukasi dan pendampingan juga merealisasikan berbagai pembangunan yang melibatkan OPD.

Pelaksanaan gebyar terpadu itu dilakukan di 10 desa di enam kecamatan, karena berdasarkan data di daerah itu tertinggi angka stunting, inflasi dan kemiskinan ekstrem.

Mereka para OPD dalam gebyar terpadu itu memiliki peran penting sesuai fungsi dan tugasnya, di antaranya PUPR merealisasikan pembangunan sarana air bersih, Dinas Permukiman dengan membangun rumah tak layak huni (RTLH).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.