Pompanisasi untuk Tingkatkan Produksi Pertanian Gunungkidul
Selasa, 23 Apr 2024, 00:03 WIBGunungkidul - Kementerian Pertanian mendukung optimalisasi potensi sumber air dengan pompanisasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna meningkatkan produksi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di daerah dan nasional.
Staf Khusus Menteri Pertanian Sam Herodian di Gunungkidul, Senin, mengatakan dirinya dan tim dari Kementerian Pertanian meninjau beberapa lokasi sumber mata air guna meningkatkan potensi pertanian di Kabupaten Gunungkidul melalui pompanisasi.
"Gunungkidul punya potensi luar biasa, menurut laporan dari wakil bupati bahwa musim panen rata-rata baru satu kali, kita tambah lagi pompanisasi mungkin bisa meningkat," kata Sam Herodian saat meninjau lahan persawahan di Desa/Kalurahan Pulutan.
Ia juga berharap program pompanisasi ini dapat meningkatkan potensi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Pompanisasi dapat mendukung periode massa tanam, yang biasanya satu kali, diharapkan lebih dari satu kali," katanya.
Wakil Bupati Gunung Kidul Heri Santosa menyambut baik program pompanisasi dari Pemerintah Pusat tersebut.
"Terima kasih atas program ini, setidaknya para petani dapat terbantu dengan adanya optimalisasi sumber air di Gunungkidul," katanya.
Heri juga menjelaskan dengan memanfaatkan sumber air dalam juga hulu hilir Sungai Oya harapannya dapat meningkatkan potensi dan produktifitas petani.
"Ke depan, kami optimistis adanya dukungan pompanisasi dapat meningkatkan produksi pertanian," katanya.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rismiyadi mengatakan program dari Kementerian Pertanian adalah yang sudah ditunggu-tunggu.
"Saat ini sedang kita identifikasi, potensi pertanian yang biasanya hanya panen satu kali, kita dorong agar bisa tanam dalam setahun lebih dari satu kali" kata Rismiyadi.
Rismiyadi juga menjelaskan, untuk dari Kementerian sudah menyanggupi mengirimkan 26 pompa secara bertahap,
"Ini nanti kamiakan distribusikan ke delapan kapanewon dan ke depan akan diusahakan lebih banyak lagi," katanya.
Kementerian Pertanian bersama Wakil Bupati meninjau dua lokasi yakni di area Persawahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, dan Beji, Kapanewon Patuk.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sri Lanka Batasi Pembelian BBM: Mobil Maksimal 15 Liter dan Motor 5 Liter per Minggu
-
Tiga Pegawai SPBU di Cipinang Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Aparat
-
Prabowo Minta Danantara Jaga dan Kelola Kekayaan Negara
-
Hotel Mataram Usul Relaksasi Pajak Demi Pulihkan Industri Pariwisata
-
Ritual Cie Suak di Surabaya
-
Papua Pegunungan Digenjot Program Sekolah Rakyat hingga Unggul Garuda, Ini Tujuannya
-
Pengelompokan Pangan Strategis Mudahkan Antisipasi Gejolak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.