- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Uji Coba Hulu Ledak ...
Korut Uji Coba Hulu Ledak Superbesar
Senin, 22 Apr 2024, 02:55 WIBSEOUL - Korea Utara (Korut) telah menguji hulu ledak superbesar yang dirancang untuk misil jelajah strategis, media pemerintah mengatakan pada Sabtu (20/4). Uji terbaru itu dilakukan sejak sanksi PBB yang memantau negara bersenjata nuklir tersebut dibatalkan bulan lalu oleh Russia.
Pengumuman tersebut muncul setelah Russia pada Maret lalu menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk secara efektif mengakhiri pemantauan PBB terhadap pelanggaran serangkaian sanksi terhadap pemerintahan Kim Jong-un terkait program dan senjata nuklirnya.
Para analis telah memperingatkan bahwa Korut mungkin akan melakukan uji coba misil jelajah sebelum mengirimkannya ke Russia untuk digunakan di Ukraina, dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) mengklaim Kim Jong-un telah mengirimkan senjata ke Moskwa, meskipun sanksi PBB melarang tindakan tersebut.
"Pemerintahan Korut telah melakukan uji kekuatan hulu ledak superbesar yang dirancang untuk misil jelajah strategis Hwasal-1 Ra-3," kata kantor berita KCNA pada Sabtu. "Korut juga melakukan uji peluncuran misil antipesawat tipe baru Pyoljji-1-2 di Laut Barat Korea," imbuh kantor berita itu seraya menambahkan bahwa kedua uji coba tersebut dilakukan pada Jumat (19/4) sore.
Militer Seoul mengatakan pada Sabtu bahwa pihaknya mendeteksi beberapa misil jelajah dan misil permukaan-ke-udara ditembakkan ke perairan yang sama, juga dikenal sebagai Laut Kuning, sekitar pukul 15.30 pada Jumat. Militer Korsel menambahkan bahwa pihaknya telah mengamati dengan cermat aktivitas militer Korut dan jika Pyongyang melakukan provokasi, mereka akan menghukumnya dengan tegas.
Perbaikan Kinerja
Berbeda dengan uji coba misil balistik, pengujian misil jelajah tidak dilarang berdasarkan sanksi PBB terhadap Korut. Misil jelajah cenderung berbahan bakar jet dan terbang pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan misil balistik yang lebih canggih, sehingga lebih sulit dideteksi dan dicegat.
Ahn Chan-il, seorang pembelot yang menjadi peneliti yang mengelola Institut Dunia untuk Studi Korut mengatakan kepada AFP bahwa pengujian yang diumumkan pada Sabtu tampaknya melibatkan bahan bakar padat jenis baru, dan tampaknya menjadi bagian dari produksi ekspor sebagai tanggapan atas permintaan Russia.
Sementara itu Pyongyang mengatakan pada Sabtu bahwa uji coba tersebut adalah bagian dari kegiatan rutin administrasi misil negaranya dan tidak ada hubungannya dengan situasi sekitar.
Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korut di Seoul, mengatakan tampaknya uji coba tersebut dimaksudkan untuk menentukan jenis dan potensi dalam hal berat dan daya rusak dari hulu ledak yang dapat dipasang pada misil jelajah yang sangat bermanuver.
"Korut akan terus melakukan perbaikan dalam kinerja senjata konvensionalnya, serta misil jelajahnya, selain program nuklirnya," ucap Yang kepada AFP.
Sebelumnya pada awal April lalu, Korut diketahui mengatakan pihaknya telah menguji misil hipersonik berbahan bakar padat jarak menengah hingga jarak jauh. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut
-
Jonatan Christie Comeback Gemilang! Lolos ke Perempat Final Hylo Open 2025
-
WNI Bikin Ulah di Jepang, Menteri Karding Bantah Kabar Tokyo Blacklist Pekerja Indonesia
-
Binus Bentuk Generasi Berdaya Saing Global Lewat Kolaborasi dengan Universitas Mitra di Asia
-
Pangkas Birokrasi Perizinan, Pemkab Bekasi Luncurkan Aplikasi BOSS
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
-
Tak Ada Lagi Siaran K-pop, Korsel Mulai Singkirkan Pengeras Suara Anti-Korut di Sepanjang Perbatasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.