Kerja Keras, Menko Luhut Bidik Sulteng untuk Kembangkan Potensi Ekspor Durian
Senin, 22 Apr 2024, 00:12 WIBJakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membidik Sulawesi Tengah untuk mengembangkan potensi ekspor komoditas durian bersama China.
"Durian ini jangan dianggap enteng. Sekarang kita cari tempatnya, kita lihat di Sulawesi Tengah ada lahan bisa untuk durian," ujar Luhut sebagaimana dipantau melalui akun instagram resminya luhut.pandjaitan di Jakarta, Minggu.
Luhut mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai durian bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi berlangsung ketika mereka sedang makan malam.
"Mereka (China) impor durian itu sampai 8 miliar dolar AS. Bisa bayangkan kalau misalnya Sulawesi Tengah bisa ekspor 500 juta dolar AS saja, itu berapa banyak petani yang dapat," kata dia.
Sebesar 100 ribu dolar AS saja, tutur Luhut melanjutkan, sudah setara dengan Rp1 triliunan. Menurut Luhut, masyarakat di Sulawesi Tengah dapat menjadi lebih sejahtera dengan mengekspor durian senilai Rp1,5 triliun.
"Itu akan membuat kesejahteraan di sana (Sulawesi Tengah). Luar biasa," ucap dia.
Lebih lanjut, Luhut juga mengatakan bahwa dirinya bersama Wang Yi juga membahas mengenai kerja sama riset di bidang hortikultura antara Indonesia dengan China.
Pemerintah Indonesia, kata Luhut, mempersiapkan fasilitas riset tersebut di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Luhut mengimbau generasi muda Indonesia untuk turut terlibat dalam kerja sama riset antarnegara tersebut.
"Untuk kita melihat nanti yield daripada cabai, kemudian bawang putih, kentang, semacam itu. Harus ada mitra lokal," kata Luhut.
Menurut dia, dengan kolaborasi dalam adopsimodellingChina di bidang riset dan teknologi pertanian, serta penguatan kualitas produk pertanian, terutama untuk padi, tanaman hortikultura, dan buah-buahan terutama durian, Indonesia dapat mewujudkan ketahanan pangan yang mendesak.
"Saya pikir, kalau ekosistem ini dibangun, saya kira akan bagus," kata Luhut.
Pernyataan tersebut ia sampaikan terkait hasil dari Pertemuan Ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI-RRT di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/4).
Selain kerja sama di bidang agrikultur, Luhut juga membahas kerja sama di bidang transportasi dan kemaritiman.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kebut Pembangunan DOB, Wamendagri Dorong KPP Papua Selatan Masuk Proyek Strategis Nasional
-
Pembangunan PSEL Bali Diresmikan, Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
-
Linda Noskova Juara Wimbledon 2026, Lanjutkan Dominasi Petenis Putri Republik Ceko
-
Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja
-
DTKJ Usulkan Tiket Berlangganan Transjakarta Mulai dari Rp45 Ribu
-
Pemerintah Catat Realisasi Investasi Semester I 2026 Capai Rp1.010,6 Triliun
-
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.