Lini Serang Garuda Muda Harus Lebih Tajam Hadapi Yordania
Minggu, 21 Apr 2024, 09:20 WIBJAKARTA - Indonesia menatap laga ketiga Grup A Piala Asia U23 2024 melawan Yordania di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Minggu (21/4). Kemenangan atas Australia di laga kedua membuka peluang Garuda Muda lolos ke perempat final.
Untuk memastikan lolos, tim asuhan Shin Tae-yong butuh kemenangan atas Yordania. Meski tengah dalam motivasi tinggi usai menaklukkan Australia dengan skor 1-0 di laga kedua, Indonesia tidak boleh meremehkan Yordania. Kekalahan akan membuat langkah Garuda Muda terhenti.
Pengamat sepakbola nasional Akmal Marhali menyarankan Garuda Muda untuk tidak percaya diri berlebihan. "Kalau bicara statistik, Indonesia harusnya bisa menang melawan Yordania, tapi sepak bola kan tidak bisa dihitung secara matematis. Yang harus diantisipasi adalah kepercayaan diri yang berlebihan, sangat membahayakan dan bisa menjadi bumerang," ujar Akmal.
Selain tidak meremehkan lawan, Marselino Ferdinan dkk harus lebih memperhatikan tentang aturan dan regulasi VAR (Video Assistant Referee), untuk meminimalisasi tindakan yang dapat merugikan tim. "Di pertandingan melawan Qatar, VAR menyebabkan penalti ketika Rizky Ridho dianggap melakukan pelanggaran. Begitu juga ketika melawan Australia, di mana kita juga dihukum penalti lewat VAR," jelas Akmal.
Untuk itu menurutnya di pertandingan ketiga nanti harus lebih memahami tentang aturan dan regulasi VAR sehingga kita tidak membuat kesalahan. Selain itu kinerja lini depan Indonesia dinilai masih kurang meyakinkan untuk bisa membobol gawang lawan "Rafael struick belum menunjukkan ketajamannya sebagai seorang striker," tandasnya.
Yordania wajib memenangkan laga melawan Indonesia untuk membuka peluang lolos ke perempat final. Indonesia perlu mengantisipasi permainan Yordania yang dipastikan akan mengerahkan segala upaya untuk lolos.
Unggul pengalaman dibanding karena 13 pemain Tim U23 Indonesia sudah membela tim senior juga membuat Garuda Muda seharusnya mampu meraih kemenangan.
Untuk formasi yang bakal diterapkan Shin Tae-yong sepertinya tidak jauh berbeda mengalahkan Australia. Skema formasi 3-4-3 masih menjadi andalan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Hanya saja, Shin Tae-yong menghadapi situasi yang sulit dalam menentukan pilihan pemain. Ini berkaitan dengan kehadiran Jenner.
Saat Jenner absen melawan Australia, Shin Tae-yong melakukan improvisasi dengan memainkan Nathan Tjoe-A-On di luar kebiasaannya, yakni bermain di lini tengah. Padahal Nathan selama ini dikenal sebagai pemain belakang. Tapi kepercayaan yang diberikan Shin Tae-yong mampu dibayar lunas pemain Swansea City yang kini sedang dipinjamkan ke Heerenveen.
Posisi Marselino Ferdinan digeser ke sayap kanan menggantikan Fajar Fathur Rahman. Sedangkan Pratama Arhan tetap menjaga wilayah sayap kiri. Sementara di lini belakang, kemungkinan Shin Tae-yong bakal melakukan perubahan. Justin Hubner bisa menggantikan posisi Muhammad Ferrari untuk berduet dengan Rizky Ridho, dan Komang Teguh.
Sementara di posisi depan, Witan Sulaeman, Jeam Kelly Sroyer, dan Rafael Struick tetap menjadi pilihan untuk menggedor pertahanan Yordania.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Isu Reshuffle Makin Kencang, Presiden Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Merah Putih Hari Ini
-
AS Sita Kapal Kargo Iran saat Teheran Tolak Perundingan Damai Putaran Kedua
-
Bukan Waktunya Lagi Perempuan sebagai Penerima Manfaat, Harus Berkarya
-
Operasional Stasiun JIS Ditargetkan Dimulai Juni 2026
-
Pemerintah Kabupaten Tangerang Minta Pembangunan MRT Cikarang–Balaraja Dipercepat
-
Jakarta Terancam El Nino Ekstrem, Rano Karno Ingatkan Bahaya DBD yang Mengintai Anak-Anak
-
Great Pacific Garbage Patch Simbol Krisis Plastik Global Terbesar di Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.