Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua SNPMB Bantah Siswa Kurikulum Merdeka Diterima di SNBP Menurun

📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Ketua SNPMB Bantah Siswa Kurikulum Merdeka  Diterima di SNBP Menurun Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri.

JAKARTA - Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri, membantah adanya penurunan jumlah siswa dari sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2024. Menurutnya, tahun ini memang ada beberapa kebijakan baru dari PTN terkait SNBP.

"Tidak menurun (jumlah siswa Kurikulum Merdeka)," ujar Ganefri, kepada awak media, Jumat (19/4).

Dia menjelaskan, beberapa PTN membuat kebijakan untuk memperluas akses jumlah SLTA yang diterima. Selain itu, ada penurunan kuata SNBP dibeberapa PTN. "Ada juga beberapa PTN yant diterima dari Sekolah Penggerak, lebih banyak dibandingkan yang diterima tahun yang lalu," jelasnya.

Sebelumnya, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menemukan adanya penurunan tren penerimaan siswa dari sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka pada SNBP yang merupakan salah satu jalur masuk ke perguruan tinggi. Hal tersebut didapat dari survei terhadap 38 Sekolah Penggerak angkatan 1 yang sudah menggunakan Kurikulum Mereka yang merupakan sampel 10 persen dari total populasi.

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, menyebut pelaksanaan SNBP 2024 dirasa tidak berkeadilan bagi pengguna Kurikulum Merdeka untuk Sekolah Penggerak Angkatan I. Menurutnya, masih ada perguruan tinggi yang tidak meluluskan siswa yang mendaftar menggunakan rapor Kurikulum Merdeka.

"Sekolah-sekolah Penggerak merasa mendapat diskriminasi, karena lulusan mereka tidak diperlakukan setara dengan sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum 2013," katanya.

Iman menilai, temuan tersebut bertentangan dengan prinsip yang digembar-gemborkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu berpihak pada anak. Menurutnya, sistem tersebut merugikan hak-hak anak diterima di PTN melalui jalur SNBP dan termasuk di sekolah kedinasan.

"Sebagai contoh, sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian (AKPOL), dan Akademi Militer (AKMIL TNI) masih mencantumkan penjurusan IPA dan IPS untuk pendaftarannya. Sedangkan kurikulum Merdeka sudah tidak mengenal penjurusan IPA dan IPS di SMA. Jelas ini merugikan anak," terangnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.