AS dan Inggris Umumkan Sanksi Luas pada Program 'Drone' Iran

Sabtu, 20 Apr 2024, 00:02 WIB

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Inggris pada hari Kamis (18/4) mengumumkan sanksi luas terhadap program drone militer Iran, sebagai tanggapan atas serangan akhir pekan lalu terhadap Israel.

"Hari ini, kami meminta pertanggungjawaban Iran, dengan menerapkan sanksi baru dan kontrol ekspor," kata Presiden AS, Joe Biden, dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Presiden AS, Joe Biden — Sumber: MANDEL NGAN/AFP

Dikutip dari Yahoo News, Teheran melancarkan serangan militer langsung pertamanya terhadap Israel pada Sabtu malam sebagai pembalasan atas serangan udara pada 1 April terhadap Konsulat Iran di Damaskus, menewaskan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam, termasuk dua jenderal, yang secara luas disalahkan pada Israel.

Serangan skala besar tersebut melibatkan lebih dari 300 drone dan rudal, yang sebagian besar ditembak jatuh oleh Israel dan sekutunya termasuk Washington dan London, sehingga hanya menimbulkan sedikit kerusakan.

Sanksi Washington menargetkan 16 orang dan dua perusahaan yang terlibat dalam program kendaraan udara tak berawak atau unmanned aerial vehicle (UAV) Iran, serta komponen drone yang digunakan dalam serangan hari Sabtu itu.

"Seperti yang saya diskusikan dengan sesama pemimpin G7 pada pagi hari setelah serangan itu, kami berkomitmen untuk bertindak secara kolektif untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran," kata Biden.

"Biarlah jelas bagi semua pihak yang mendukung atau mendukung serangan Iran. Amerika Serikat berkomitmen terhadap keamanan Israel. Kami tidak akan ragu mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban Anda," lanjutnya.

Ganggu Stabilitas

Melalui koordinasi dengan Departemen Keuangan AS, pemerintah Inggris mengumumkan serangkaian sanksi terhadap Teheran pada hari Kamis, yang menargetkan tujuh individu dan enam perusahaan karena memungkinkan Iran melanjutkan aktivitas regional yang mengganggu stabilitas, termasuk serangan langsung terhadap Israel.

"Serangan rezim Iran terhadap Israel adalah tindakan 'sembrono' dan eskalasi yang berbahaya," kata Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, seraya menambahkan Inggris telah memberikan sanksi kepada pemimpin militer dan pasukan Iran yang bertanggung jawab atas serangan akhir pekan itu.

"Sanksi ini, yang diumumkan bersama AS, menunjukkan kami mengutuk keras perilaku ini, dan sanksi tersebut akan semakin membatasi kemampuan Iran untuk mengganggu stabilitas kawasan," tambahnya.

Selain sanksi terhadap program UAV Iran, AS juga menargetkan lima perusahaan yang menyediakan suku cadang industri baja Iran, dan sebuah perusahaan mobil yang terlibat dalam memberikan dukungan material kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran.

"Sektor logam Iran menghasilkan pendapatan setara dengan beberapa miliar dollar AS setiap tahunnya, dengan mayoritas berasal dari ekspor baja," kata Departemen Keuangan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.