Pos Pengamatan Gunung Api: Sembilan Kali Erupsi Terjadi di Puncak Gunung Ile Lewotolok
Jumat, 19 Apr 2024, 19:58 WIBKupang - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA)Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan terjadi sembilan kali erupsi Gunung Api Ile Lewotolok pada Jumat, mulai pukul 12.00 WITA hingga 18.00 WITA waktu setempat.
"Mulai pukul 12.00 hingga 18.00 Wita sore ini berdasarkan catatan ada sembilan kali letusan yang terjadi di puncak kawah gunung tersebut," kata Petugas Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Syawaludin, dalam laporan dari Lembata, Jumat.
Dari sembilan kali letusan itu, kata dia, kolom abu di kisaran tinggi 100-200 meter dan warna asap putih dan serta kelabu.
Dia mengatakan bahwa sembilan kali letusan itu mengakibatkan gemuruh lemah di puncak gunung yang saat ini sudah naik status menjadi Siaga, akibat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Saat terjadi letusan, kata dia, secara visual gunung kelihatan dengan jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Sedangkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-500 meter di puncak kawah.
Dia mengatakan hingga saat ini aktivitas vulkanik gunung api yang pernah erupsi pada akhir November 2020 itu mengalami peningkatan.
Berdasarkan evaluasi pada periode 8-15 April 2024, Badan Geologi mencatat masih adanya aktivitas erupsi dan aliran lava yang terekam baik ke arah tenggara maupun selatan.
Selanjutnya jumlah gempa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dan didominasi oleh gempa letusan, gempa hembusan, dan tremor non-harmonik.
Selain itu gempa vulkanik dangkal dan dalam juga masih terekam.
Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok masih berada pada Level III atau Siaga.
Badan Geologi pun merekomendasikan masyarakat Desa Lamatokan dan Jontona agar mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah gunung.
Sedangkan masyarakat Desa Jontona dan Todanara direkomendasikan agar tidak memasuki wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Nelayan Bantu Selamatkan Paus Raksasa yang Terdampar di Pesisir Abdya
-
Bangkok Dikepung Banjir, Hujan Deras Bikin Ibu Kota Tailan Lumpuh Total
-
Pontianak Biennale 2026 Pertemukan Seniman Lokal dan Dunia
-
Siap Digelar, Madani Film Festival 2026 Jaring 108 Film dari 29 Negara
-
Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat! Tiga Kali Erupsi, Letusan Capai 1 Km
-
China Open Tanpa Sinner, Zverev Awali Perburuan Gelar dengan Kemenangan
-
Kasus Genosida, Meksiko dan Prancis Minta Hak Veto DK PBB Ditangguhkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.