Hilirisasi Sawit Tingkatkan Jumlah Produk Turunan
Kamis, 18 Apr 2024, 14:26 WIBJAKARTA - Hilirisasi sektor perkebunan memberi banyak manfaat, salah satu yang pesat perkembangannya yakni hilirisasi sawit. Kebijakan hilirisasi meningkatkan jumlah produk turunan dari 54 jenis di tahun 2007 meningkat ke 179 jenis pada 2023.
"Bahkan masih kesempatan produk turunan sawit masih terbuka luas untuk dikembangkan,"ujar Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif GIMNI (Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia) di Jakarta, kemarin.
Sahat mengatakan produk hilir sawit telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, energi, dan oleokimia. Terutama di bulan Ramadhan dan Idul Fitri lalu, sawit banyak digunakan dan posisinya sulit digantikan oleh minyak nabati lain.
"Banyak produk sawit yang membantu santri untuk menjaga kebersihan seperti sabun, shampoo, dan deterjen pakaian. Termasuk juga digunakan dalam mengolah makanan antara lain minyak goreng dan margarin,"urainya
Pada Ramadan lalu tutur Sahat, tiga asosiasi hilir sawit yaitu Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) bersama Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) mendistribusikan ratusan bantuan kepada Pesantren, Masjid, dan Yayasan Yatim Piatu di wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok.
Ketua Forwatan Yuwono Nugroho menjelaskan kolaborasi ini telah terjalin baik semenjak 4 tahun lalu yang ditujukan membantu masyarakat kurang mampu, santri, dan anak yatim piatu.
"Harapan kami, kerjasama yang berjalan baik ini terus berlanjut ke depannya. Karena kegiatan ini juga disertakan mempromosikan aspek positif sawit kepada masyarakat," urainya.
Pengurus Yayasan Al Mukhlisin Cibubur, Ustad Bambang Sundawa berharap industri sawit memberikan keberkahan bagi masyarakat Indonesia.
Apresiasi juga disampaikan Pengurus Yayasan Nurul Huda, Ustad Yusuf yang mengakui bahwa bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu anak-anak yatim piatu yang bernaung di yayasannya.
"Harapan kami bahwa kelapa sawit membawa manfaat dan keberkahan bagi bangsa Indonesia, karena produk-produknya digunakan seluruh lapisan masyarakat," imbuhnya.
Sekjen APROBI Ernest Gunawan sangat mendukung kegiatan bakti sosial untuk membantu santri dan masyarakat kurang mampu. Sementara Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) Norman Wibowo mengatakan kolaborasi antara asosiasi hilir sawit dengan media sangatlah penting supaya sawit tidak dipojokkan dengan isu dan informasi negatif di dalam negeri.
"Apalagi selama pandemi covid, kelapa sawit digunakan sebagai salah satu bahan baku produk sanitasi dan farmasi yang sangat membantu masyarakat Indonesia," ucapnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Rybakina Mundur dari Wuhan Open karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi
-
BPS: Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di Gorontalo September 2026
-
Wamenaker: Teknisi Ponsel Harus Punya Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri.
-
Desak Made Sumbang Emas untuk Indonesia dari Panjat Tebing Asian Games 2026
-
Stop Ekspor Bahan Mentah! Pemerintah Bidik Produk Bernilai Tambah Tinggi
-
Dari Kampus ke Kementan, Wamentan Baru Alim Setiawan Slamet Siap Bawa Riset ke Lahan Pertanian
-
DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan Perda Pelindungan Disabilitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.