Rybakina Mundur dari Wuhan Open karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi

Selasa, 06 Okt 2026, 00:35 WIB

WUHAN – Petenis nomor satu dunia Elena Rybakina memutuskan mundur dari Wuhan Open setelah mengalami masalah pada kaki. Keputusan tersebut diambil hanya sehari setelah petenis Kazakhstan itu secara mengejutkan tersingkir pada pertandingan pertamanya di China Open.

Panitia Wuhan Open mengonfirmasi pengunduran diri Rybakina pada hari Senin (5/10). Juara Grand Slam tiga kali itu memilih mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum kembali bertanding.

Ket. Foto: Elena Rybakina. — Sumber: WTA

“Saya sangat menyesal kepada para penggemar yang sudah menantikan penampilan saya,” kata Rybakina melalui Instagram Story yang dibagikan pihak turnamen.

“Saya akan mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. Terima kasih atas pengertian dan dukungan kalian yang terus diberikan.”

Rybakina mengalami persoalan pada bagian kaki dan tungkai bawah yang sudah berlangsung cukup lama. Cedera tersebut sebelumnya memaksanya mundur dari pertandingan perempat final Cincinnati Open melawan Iga Swiatek pada Agustus. Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah Rybakina tampil di Beijing.

Rybakina secara mengejutkan kalah dari petenis peringkat 118 dunia, Alina Charaeva, pada pertandingan pembukanya di China Open.

Kekalahan tersebut terjadi hanya sehari sebelum keputusan Rybakina menarik diri dari Wuhan Open diumumkan.

Bagi Rybakina, situasi ini menjadi kemunduran setelah beberapa bulan terakhir justru berjalan sangat positif.

Petenis berusia 27 tahun tersebut sebelumnya mampu pulih tepat waktu untuk tampil di US Open. Di New York, ia bahkan berhasil merebut gelar Grand Slam ketiganya, sebuah pencapaian yang kemudian membawanya naik ke posisi nomor satu dunia.

Ia juga menjadi petenis pertama yang memastikan tiket ke WTA Finals, turnamen penutup musim yang mempertemukan para pemain terbaik dunia.

Dengan keputusan mundur dari Wuhan, Rybakina kini memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi sebelum kembali ke lapangan.

Setelah melewatkan Wuhan Open, Rybakina dijadwalkan kembali bertanding di Ningbo. Ia akan berusaha mempertahankan gelar yang diraihnya pada tahun sebelumnya.

Wuhan Open sendiri dijadwalkan berlangsung pada 12-18 Oktober.

Bagi Rybakina, prioritas saat ini adalah memastikan kondisi fisiknya kembali siap sebelum memasuki fase akhir musim yang padat.

Setelah melewati perjalanan luar biasa dari cedera hingga meraih gelar Grand Slam dan menduduki peringkat satu dunia, Rybakina kini harus mengatur kembali jadwal kompetisinya.

Keputusan mundur dari Wuhan menjadi langkah pencegahan agar persoalan pada kaki dan tungkai bawahnya tidak semakin mengganggu persiapannya menghadapi turnamen-turnamen penting berikutnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.