Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdukcapil Kota Cirebon gencarkan pembuatan KIA di sekolah

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 16:45 WIB | Oleh:
Disdukcapil Kota Cirebon gencarkan pembuatan KIA di sekolah Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Seorang warga saat mendatangi Kantor Disdukcapil Kota Cirebon, Jawa Barat, untuk mengurus pembuatan KIA.

Cirebon - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan layanan pembuatan kartu identitas anak (KIA) secara kolektif berbasis sekolah, guna meningkatkan kuantitas penerbitan dokumen itu sesuai target nasional.

"Kami memiliki program KIA School, jadi pembuatannya secara kolektif berbasis sekolah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Cirebon Eli Heryati di Cirebon, Kamis.

Ia menyampaikan dengan program tersebut, penerbitan KIA di Kota Cirebon bisa lebih efisien karena proses perekaman data tidak dilakukan satu per satu.

Selain itu, kata dia, cara ini cukup efektif untuk merealisasikan target penerbitan minimal 60 persen dari jumlah warga wajib KIA di daerahnya.

"Kita memproyeksikan jumlah penerbitan KIA saat ini sebanyak 46.853 orang. Target nasional pada 2024 sebesar 60 persen," ujarnya.

Eli menjelaskan pelayanan KIA secara kolektif melalui sekolah dilaksanakan di tingkat pendidikan anak usia dini, kemudian diberlakukan juga pada jenjang berikutnya.

"Program ini nantinya merambah ke tingkat sekolah dasar hingga menengah. Dengan begitu realisasi kepemilikan KIA dapat meningkat," katanya.

Ia menyebutkan layanan pembuatan KIA tidak hanya bersifat kolektif. Sebab masyarakat bisa mendatangi Kantor Disdukcapil untuk mengurus pencetakan identitas tersebut secara mandiri.

Pihaknya juga menyediakan layanan pembuatan KIA keliling, yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kota Cirebon.

Disdukcapil Kota Cirebon berkomitmen menggencarkan layanan ini, supaya semua anak di bawah usia 17 tahun memiliki KIA karena fungsinya serupa dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Di Kota Cirebon, KIA itu bisa dibuat ke dinas langsung. Bisa juga saat kita melakukan pelayanan keliling di tingkat RW. Sehingga pencapaian target secara nasional bisa lebih cepat terealisasi," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.