Rupiah Kian Tertekan Usai Libur Panjang
Selasa, 16 Apr 2024, 10:41 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (16/4), usai libur panjang Lebaran 2024. Pelemahan dipengaruhi menguatnya dollar AS dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi bakal berlanjut seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pengamat komoditas dan mata uang, Lukman Leong menyatakan indeks dollar AS, Jumat (12/4) malam bergerak di kisaran 105,9, sedangkan pada akhir pekan sebelumnya bergerak di kisaran 104. Menurutnya, faktor tersebut bisa mendorong pelemahan rupiah lebih lanjut terhadap dollar AS di pembukaan pasca libur Lebaran pada 16 April.
Sebagai catatan, pada Jumat, (12/4) pukul 12.50, Google Finance mencatat kurs rupiah terhadap dollar AS mencapai 16.128 per dollar AS.
Padahal, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di akhir perdagangan sebelum libur panjang, Jumat (5/4) menguat 45 poin atau 0,28 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.848 rupiah per dollar AS. Penguatan tersebut dipengaruhi perputaran ekonomi yang baik menjelang Lebaran.
"Penguatan ini akibat dari awal perputaran ekonomi yang baik menjelang Lebaran yang akan menggiring masyarakat melakukan kegiatan konsumtif setelah menerima THR dan ini baik untuk nilai tukar kita," kata analis Finex Brahmantya Himayan di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
Kampanye Hidup Sehat bagi Masyarakat di Ambon
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
Libur Sekolah 2026: Eminence Global Rilis Paket Edukatif Seru di Puncak dan Lembang
-
YKI Ingatkan Bahaya Vape pada Remaja, Banyak Orang Tua Tak Sadar Anak Terpapar Nikotin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.