Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penuh Perjuangan, Warga Rela Tunggu One Way Selama 8 Jam untuk Liburan Lebaran ke Puncak

📅 Minggu, 14 Apr 2024, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penuh Perjuangan, Warga Rela Tunggu One Way Selama 8 Jam untuk Liburan Lebaran ke Puncak Doc: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Ket. Sejumlah warga menunggu berjam-jam penutupan jalur untuk one way di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2024).

Jakarta - Sejumlah warga rela menunggu rekayasa lalu lintas satu arah atauone wayselama delapan jam yang dilakukan oleh kepolisian di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu atau H+2 Lebaran 2024, untuk bisa menghabiskan waktu liburan Lebaran di kawasan wisata Puncak.

Adapun sejumlah warga yang berasal dari arah Jakarta itu memarkirkan kendaraannya di jalan kecil yang berada di sekitar Simpang Gadog karenaone waymasih diberlakukan dari arah Puncak ke arah Jakarta hingga pukul 20.00 WIB.

Rekayasa lalu lintas itu sudah diberlakukan sejak pukul 11.30 WIB pada H+2 Lebaran 2024, sehingga sejak waktu tersebuttidak ada lagi kendaraan dari arah Jakarta yang bisa melaju ke arah Puncak.

Seorang warga asal Bekasi, Ade Saputra (36), mengaku telah menunggu sejak jam 12.00 WIB. Mobilnya terparkir di antrean paling depan karena dirinya merupakan pengendara pertama yang terkena penutupan jalur untuk penerapanone way.

Sambil duduk di mobil sedannya yang berwarna kuning, dia mengaku telah menyewa penginapan di kawasan Puncak untuk berlibur bersama istri serta kedua anaknya. Maka dari itu, dia pun rela menunggu berjam-jam karena sudah kadung menyewa penginapan tersebut.

"Sudah tanggung, mau cari jalur alternatif juga tanggung, takutnya macet juga. Ya nikmati aja," kata Ade saat ditemui.

Selama delapan jam, dia mengaku menunggu bersama anak-anaknya sambil sesekali keluar mobil untuk sekedar mencari makan dan menghilangkan kejenuhan. Dia pun menyayangkan karena minimnya informasi terkait durasione waydi jalur Puncak.

"Lebih enak kalau ada pemberitahuan dari jam berapa sampe jam berapa, kan udah ada media sosial juga ya," kata dia.

Seorang warga lainnya yakni Rustam Effendi (60) pun mengalami hal yang sama dengan Ade. Dirinya mengaku membawa dua mobil beserta anak-anak dan cucu-cucunya untuk berencana menginap di sebuah vila di kawasan Cipanas, Cianjur.

Rustam yang berasal dari Cengkareng, Jakarta, mengaku rela menunggu berjam-jam karena sudah kadung membayar uang muka untuk menyewa vila tersebut. Dia mengatakan rencananya dirinya bersama keluarganya itu tiba di kawasan Cipanas pada pukul 14.00 WIB.

"Bookingnyasampe besok doang, besok sudah balik lagi besok ke Jakarta," kata Rustam.

Sementara itu, warga lainnya yakni Siti Rahmawati (54) mengatakandirinya berupaya menghilangkan kejenuhan saat menunggu penutupan arus itu dengan membeli sejumlah jajanan yang ada di sekitar Simpang Gadog.

Berbeda dengan Ade dan Rustam, dia melakukan perjalanan ke kawasan Puncak untuk berwisata kuliner ke sebuah restoran bakso yang menurutnya "viral" di media sosial. Dia pun mengaku baru menunggu selama empatjam karena baru berangkat dari kediamannya di kawasan Ciracas, Jakarta, selepas waktu shalat Ashar.

"Mau sama keluarga ke Puncak, berempat saja, saya, suami, anak, dan menantu," kata Siti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Pajak Kendaraan Belum Dibay...

Pramono Tawarkan 37 Proyek Mahal kepada para Wali Kota Dunia

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pramono Tawarkan 37 Proyek ...
Megapolitan
Pramono dan Wali Kota New Y...
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.