Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Hujan Deras, PVMBG Ingatkan Bahaya Terjangan Lahar Dingin Bagi Permukiman Warga

📅 Selasa, 09 Apr 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Hujan Deras, PVMBG Ingatkan Bahaya Terjangan Lahar Dingin Bagi Permukiman Warga Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Ketua Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Marapi PVMBG Ugan Saing di Bukittinggi, Senin (8/4/2024).

Bukittinggi - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan dampak bahaya dari terjangan lahar dingin terhadap permukiman wargaakibat endapan material vulkanik di puncak maupun lereng Gunung Marapidi Provinsi Sumatera Barat.

"Bahaya erupsi Gunung Marapi ini ada dua yakni primer dan sekunder," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Marapi PVMBG Ugan Saing di Bukittinggi, Senin.

Ugan menjelaskan ancaman lahar dingin termasuk kategori bahaya sekunder. Ancaman ini terjadi akibat adanya campuran akumulasi material vulkanik seperti abu, pasir hingga bebatuan di area puncak dan lereng Gunung Marapi.

Material vulkanik tersebut lama kelamaan bercampur dengan air hujan yang akhirnya menyebabkan banjir lahar dingin melalui aliran sungai yang berhulu dari gunung api. Sebagai contoh peristiwa bencana lahar dingin yang terjadi pada Jumat (5/4) dan menghantam beberapa wilayah di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Ugan menjelaskan, massa dari lahar dingin lebih berat dibandingkan dengan air karena mengandung material padat berupa pasir hingga batu. Lahar dingin bisa mengalir dengan kecepatan tinggi sehingga membahayakan masyarakat terutama yang bermukim di sekitar bantaran sungai.

Pada awal Januari 2023 PVMBG memperkirakan terdapat sekitar 500 ribu meter kubik tumpukan material vulkanik di sekitar Gunung Marapi. Meskipun sempat terjadi lahar dingin pada Jumat (5/4), namun PVMBG memperkirakan volume material yang mengendap masih cukup signifikan.

"Kita perkirakan deposit material vulkanik di puncak maupun lereng Marapi masih signifikan," ujarnya.

Dengan kata lain masih terdapat ancaman terjangan lahar dingin dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi. Bahkan, apabila Gunung Marapi tidak erupsi, namun intensitas hujan cukup tinggi, maka terdapat potensi terjadinya lahar dingin.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta peta simulasi yang dimiliki PVMBG setidaknya terdapat 23 aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi. Artinya, puluhan aliran sungai itu sewaktu-waktu berpotensi menjadi ancaman lahar dingin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.