Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurikulum Pendidikan Kurikulum Merdeka Lewati Kajian Akademik

📅 Rabu, 03 Apr 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Kurikulum Pendidikan Kurikulum Merdeka Lewati Kajian Akademik Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek Anindito Aditomo (kiri) dalam Media Gathering, di Jakarta, Selasa (2/4).

JAKARTA - Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek Anindito Aditomo pun menegaskan jika kajian akademik Kurikulum Merdeka sudah tersedia. Pernyataan tersebut merespons banyak pihak yang menagih kajian akademik Kurikulum Merdeka.

"Mungkin dianggap tidak ada kajian akademiknya, karena judul kajiannya tidak menyebutkan Kurikulum Merdeka," ujar Anindito, dalam Media Gathering, di Jakarta, Selasa (2/4).

Dia menuturkan, kajian akademiknya telah dibuat beberapa kali. Kajian akademik pertama yakni saat Kurikulum Untuk Pemulihan Pembelajaran.

Anindito melanjutkan, pihaknya sengaja tak menuliskan secara langsung kajian Kurikulum Merdeka. Karena Kurikulum Merdeka merupakan paket dari kebijakan kurikulum yang ada.

"Dan itu memang sengaja. Karena Kurikulum Merdeka adalah bagian dari paket kebijakan kurikulum. Karena kan ada Kurikulum 13, Kurikulum Darurat. Makanya kajian itu untuk melandasi semua. Bukan berarti enggak ada Kurikulum Merdekanya di situ, itu ada," jelasnya.

Dia menerangkan, pihaknya mengaku telah memperhatikan landasan ilmiah dari kebijakan kurikulum yang diambil. Pun kajian tersebut juga sejak awal dibuka untuk publik. "Mungkin yang dipermasalahakan istilah naskah, tapi saya enggak akan berdebat dengan bungkus ya, tapi isinya," ucapnya.

Kaji Penerapan

Anindito mengungkapkan, pihaknya bakal melihat seberapa besar Kurikulum Merdeka bisa mendorong terjadinya peningkatan kualitas pembelajaran. Sehingga didapatkan hasil final bagaimana peningkatan yang terjadi pada murid.

Disamping itu, saat ini ia meyakini jika hasil kajian itu akan baik. Dimana terjadi peningkatan kualitas pembelajaran dari kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum 2013. "Secara umum, ya meningkat, semakin tinggi peningkatan literasi numerasinya dibandingkan K13 itu secara nasional," katanya.

Dia menambahkan jika hasil kajian itu merupakan hasil murni secara nasional. Karena data yang diambil bukan survei. "Ini bukan data satu, dua sekolah, bukan survei beberapa tempat, tapi seluruh sekolah," terangnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.