IHSG Berpeluang 'Rebound'

Senin, 01 Apr 2024, 09:12 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi rebound atau terkonsolidasi setelah melemah jelang libur panjang akhir pekan lalu. Pegerakan IHSG bakal dipengaruhi komentar Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, Jerome Powell bahwa data inflasi terbaru AS sesuai dengan prediksi.

Head of Research Investasiku Cheril Tanuwijaya melihat IHSG pekan ini akan dipengaruhi data-data positif AS, seperti indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE). Menurutnya, IHSG dalam perdagangan, Senin (1/4), berpotensi rebound meskipun transaksi diperkirakan berlanjut sepi.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelemumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/3) sore, ditutup melemah dipimpin oleh saham- saham sektor transportasi dan logistik. IHSG ditutup melemah 21,27 poin atau 0,29 persen ke posisi 7.288,81, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,40 poin atau 0,44 persen ke posisi 985,96.

"IHSG terkoreksi akibat melemahnya nilai tukar rupiah dan outflow investor asing dari pasar ekuitas domestik," sebut Tim Riset Ajaib Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, salah satu Gubernur The Fed Christopher Waller menegaskan bahwa The Fed tidak akan terlalu cepat menurunkan suku bunga akibat inflasi masih di atas ekspektasi. Meski demikian, Waller juga menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga pada tahun ini merupakan keniscayaan, yang mana para pejabat The Fed memproyeksikan penurunan suku bunga tahun ini sebanyak tiga kali.

Selain itu, pada Jumat (29/03) akan ada rilis Personal Consumption Expenditures Price Index (PCE Price Index) dari Amerika Serikat (AS) yang biasanya akan menjadi acuan bagi The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya.

Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga 15 Maret 2024 senilai 342,88 triliun rupiah, atau setara 17,24 persen dari target APBN 2024. PPH non migas berkontribusi paling besar senilai 203,92 triliun rupiah atau 19,18 persen dari target, atau turun akibat normalisasi harga komoditas non migas, seperti batu bara dan metal mining.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.